PSM Makassar Nunggak Sewa Stadion GBH Parepare Rp 110 Juta untuk 5 Laga

PSM Makassar Nunggak Sewa Stadion GBH Parepare Rp 110 Juta untuk 5 Laga

Ardiansyah - detikSulsel
Jumat, 22 Mei 2026 19:27 WIB
Skuad PSM Makassar saat menjalani sesi official training di Stadion GBH jelang lawan Persis Solo.
Foto: Skuad PSM Makassar saat menjalani sesi official training di Stadion GBH jelang lawan Persis Solo. (Ardiansyah/detikSulsel)
Parepare -

Pemkot Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengungkap manajemen PSM Makassar menunggak sewa Stadion Gelora BJ Habibie (GBH) senilai Rp 110 juta. Nilai tersebut merupakan akumulasi retribusi yang belum diselesaikan untuk lima laga kandang terakhir Juku Eja.

"Untuk pertandingan sore hari retribusinya itu Rp 20 juta, kemudian untuk malam Rp 25 juta. Total ada lima pertandingan terakhir yang belum diselesaikan dari pihak PSM, yaitu senilai Rp 110 juta," ujar Kadisporapar Parepare, Iskandar Nusu kepada detikSulsel, Jumat (22/5/2026).

Iskandar mengatakan pemkot telah melakukan penagihan secara lisan kepada manajemen PSM. Selanjutnya, proses penagihan resmi akan dikoordinasikan melalui Badan Keuangan Daerah (BKD) Parepare.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nanti akan dikoordinir oleh Badan Keuangan Daerah untuk melakukan persuratan secara resmi terkait dengan penagihan, baik pajak maupun retribusi ke pihak PT PSM," jelasnya.

Meski demikian, Iskandar menyebut manajemen PSM berkomitmen untuk melunasi seluruh tunggakan tersebut sebelum kompetisi musim baru bergulir. Pelunasan itu menjadi perhatian serius lantaran masuk dalam target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Parepare.

ADVERTISEMENT

"Kesepakatannya sebelum mulai musim depan kompetisi, menurut PSM, dia akan bayar semua. Harus sudah lunas semua karena itu juga menjadi target PAD kami," tegas Iskandar.

Selain itu, pihak BKD Parepare juga disebut akan menagih kewajiban lain, termasuk pajak reklame dan pajak hiburan sebesar 10 persen. Iskandar mengatakan, selama ini skema pembayaran kerap dilakukan secara bertahap setelah beberapa laga berjalan.

"Selama ini ada memang selalu beberapa pertandingan tunggakan, tapi dibayar terus. Dua kali, satu kali dibayar begitu. Dan yang sekarang tersisa sampai lima pertandingan," tuturnya.

Pihak Disporapar mengaku sempat menerima informasi adanya pembayaran yang masuk untuk satu laga, sehingga tunggakan tersisa empat pertandingan. Namun, pemkot masih menunggu bukti transfer resmi yang langsung disetorkan ke rekening kas daerah.

"Informasi tadi ada katanya masuk kemarin satu (pembayaran), jadi sisa empat. Tapi kami masih menunggu bukti pembayarannya. Pembayaran langsung ke rekening kas Daerah," pungkasnya.




(hsr/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads