Wamenhan Apresiasi Indeks Bela Negara Sulsel Tinggi Hampir Setara Nasional

Wamenhan Apresiasi Indeks Bela Negara Sulsel Tinggi Hampir Setara Nasional

Nurul Hidayah - detikSulsel
Minggu, 22 Feb 2026 15:49 WIB
Wamenhan Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto bersama Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.
Foto: Wamenhan Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto bersama Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman di acara Ramadhan Leadership Camp 2026. (Nurul Hidayah/detikSulsel)
Makassar -

Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto mengapresiasi skor Indeks Bela Negara (IBN) Sulawesi Selatan (Sulsel) yang tergolong tinggi mencapai 3,632. Angka itu disebut hampir setara dengan skor secara nasional.

"Alhamdulillah, Sulawesi Selatan hampir sama dengan skor nasional. (Rata-rata) nasional 3,637 sedangkan Sulawesi Selatan untuk IBN-nya adalah 3,632," kata Donny saat menghadiri Ramadhan Leadership Camp di Asrama Haji Sudiang Makassar, Minggu (22/2/2026).

Donny menjelaskan, ada lima dasar bela negara yang menjadi acuan penilaian IBN. Kelimanya adalah cinta tanah air (CTA), kesadaran berbangsa dan bernegara (KBB), setia pada Pancasila, rela berkorban dan kemampuan awal bela negara (KAB) yang juga menjadi bagian dari wawasan kebangsaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini kita ada metodologi penelitiannya. Kita menggunakan pendekatan kuantitatif. Ini sumber datanya kita menggunakan online komputer. Ada rata-rata tiap kabupaten 400 (responden)," tuturnya.

"Selain menggunakan data survei pertanyaan kuesioner, kita juga menggunakan Indeks Demokrasi Indonesia yang ada di sini, demikian juga Indeks Pembangunan Manusia (IPM), ini kita ambil datanya dari BPS," tambah Donny.

ADVERTISEMENT

Dari hasil penilaian tersebut, kemudian ditentukan skor IBN mulai skala 1 hingga 5. Donny menuturkan, skor 3 ke atas merupakan kategori penilaian yang cukup tinggi.

"Kita menggunakan skala 1 sampai 5. Kalau 3-3,5 itu cukup tinggi. Kalau tinggi itu 3,5 (hingga 4), kemudian bagus itu di atas 4,0 sampai dengan 5," bebernya.

Donny juga turut merinci tingkat IBN Sulsel di setiap unsur yang menunjukkan hasil cukup tinggi kecuali unsur CTA dan KBB. Meski demikian, ia mengaku angka tersebut tidak di bawah rata-rata nasional.

"Yang masih di bawah 3,5 itu adalah cinta tanah air dan kesadaran berbangsa dan bernegara itu juga masih di bawah 3,5. Ini juga rata-rata nasional juga masih di bawah 3,5 semua," paparnya.

Berdasarkan lingkungan hingga pekerjaan, IBN Sulsel menunjukkan angka positif di semua aspek. Berdasarkan kategori umur, generasi produktif berusia 31-50 tahun memiliki skor IBN tertinggi di hampir semua indikator.

"Kelompok paling strategis untuk peningkatan indeks, rata rata yang usia di bawah 21 ataupun pelajar mahasiswa, itu prioritas untuk intervensi terutama untuk CTA dan KAB," tutur Donny.

Dia kembali menegaskan Sulsel memiliki fondasi IBN yang relatif stabil. Namun Donny mengingatkan cinta tanah air dan kesadaran berbangsa masih memerlukan penguatan lebih lanjut utamanya di generasi muda.

"Sulawesi Selatan memiliki fondasi indeks bela negara yang stabil. Peningkatan IBN sangat bergantung pada kedalaman internalisasi nilai nilai unsur dan konsistensi transformasi menjadi aksi nyata," jelasnya.

Di sisi lain, Donny turut mengapresiasi Ramadhan Leadership Camp yang diinisiasi oleh Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman. Donny turut berkesempatan memberikan materi bertajuk, 'Pertahanan Negara dan Wawasan Kebangsaan' dalam kegiatan tersebut.

Donny menegaskan pentingnya pembekalan wawasan kebangsaan dan semangat bela negara bagi ASN sebagai bagian dari sistem pertahanan. Dia optimis Ramadhan Leadership Camp selama sepekan tersebut bisa meningkatkan kemampuan ASN.

"Mereka di-charge lagi, yang tadinya sudah mulai luntur kemudian diberikan kembali pemahaman, sehingga mereka akan bekerja lebih baik dan nasionalisme mereka akan bangkit kembali," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan materi pertahanan negara dan wawasan kebangsaan menjadi penguatan penting bagi seluruh ASN. Menurutnya, pertahanan negara bukan hanya tugas TNI dan Polri, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa, termasuk ASN.

"Kami mengucapkan terima kasih atas kesediaan dan waktu yang diberikan untuk berbagi ilmu dan pengalaman berharga kepada seluruh peserta Ramadan Leadership Camp. Semoga penguatan ini semakin meneguhkan semangat pengabdian untuk Indonesia yang lebih maju dan berdaulat," jelas Andi Sudirman.




(sar/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads