Andi Sudirman Siapkan Ekspansi Bus Trans Sulsel di Tahun Kedua Kepemimpinan

Andi Sudirman Siapkan Ekspansi Bus Trans Sulsel di Tahun Kedua Kepemimpinan

Nurul Hidayah - detikSulsel
Senin, 23 Feb 2026 11:30 WIB
Bus Trans Sulsel resmi beroperasi di kawasan Mamminasata.
Foto: Bus Trans Sulsel resmi beroperasi di kawasan Mamminasata. (dok. Humas Pemprov Sulsel)
Makassar -

Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman menyiapkan ekspansi program Bus Trans Sulsel memasuki tahun kedua kepemimpinannya. Rute moda transportasi massa akan diperluas dan disinergikan dengan daerah demi memaksimalkan pelayanan terhadap publik.

"Fokus kita tahun kedua ini kita akan melakukan ekspansi untuk Trans Sulsel," ucap Andi Sudirman usai menghadiri Ramadhan Leadership Camp di Asrama Haji Sudiang Makassar, Minggu (22/2/2026).

Bus Trans Sulsel saat ini masih beroperasi secara gratis yang melayani wilayah Mamminasata. Andi Sudirman mendorong rute Bus Trans Sulsel semakin bertambah tahun ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mudah-mudahan tidak ada kendala nanti karena ini masalah rute, kemudian kita akan mensinergikan kabupaten/kota, terutama Mamminasata supaya bisa efektif," bebernya.

Program infrastruktur juga masih menjadi prioritas. Misi pembangunan berkelanjutan diwujudkan lewat program Multiyears Project (MYP) yang mengakomodir pembangunan dua rumah sakit regional.

ADVERTISEMENT

"Mudah-mudahan sudah bisa groundbreaking juga terkait multiyears untuk dua rumah sakit. Dan kemudian kita melihat stabilitas keadaan di Luwu ya, mudah-mudahan tidak mengganggu pembangunan kita," jelasnya.

Program MYP juga mengakomodir pembangunan 1.000 kilometer jalan yang sudah dimulai secara bertahap di berbagai wilayah sejak akhir 2025 lalu. Selain itu ada pembangunan 54.000 hektare irigasi.

"Ada rencana kita melakukan perluasan terkait jangkauan jaringan irigasi dengan melaksanakan multiyears tambahan sekitar 200 miliar tambahan nanti," ucap Andi Sudirman.

Andi Sudirman juga mendorong perluasan kawasan ruang terbuka hijau atau ruang terbuka publik di Makassar. Dia ingin masyarakat punya tempat yang nyaman untuk bersantai termasuk berolahraga.

"Kita akan melaksanakan beberapa kawasan-kawasan strategis untuk kawasan ruang terbuka publik. Kenapa? Karena saya tahu teman-teman kalau mau olahraga, mau apa, mau keluarga ya, kita harus punya juga di Makassar," paparnya.

Di sisi lain, kinerja Pemprov Sulsel dipastikan tetap selaras dengan program pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Program swasembada energi yang tertuang dalam Asta Cita turut menjadi perhatian Andi Sudirman.

"Kita ini sudah oversupply sebenarnya ya, sudah surplus energi. Cuma kita masih melihat potensi banyak untuk mensuplai tetangga dan beberapa perkembangan pengembangan industri, karena industri kan ada tiga kebutuhan paling utama mendesak masalah terkait energi, suplai energi. Kalau tidak ada energi, enggak ada industri," paparnya.

"Maka ini kita lagi menjajaki beberapa potensi peluang kerja sama termasuk solar cell, ini lagi banyak masuk di Wajo juga ada yang sudah mau masuk. Kemudian ada yang mau masuk juga geothermal ya di Luwu Utara sekitaran anggaran berapa ratus triliun itu untuk 50 megawatt," ucap Andi Sudirman.

Pengembangan di sektor energi mesti diiringi dengan pembangunan infrastruktur. Andi Sudirman menegaskan, pembangunan jalan di Seko, Luwu Utara, ditargetkan mulai dibangun tahun ini.

"Kita akan perbaiki akses ke Seko untuk perbaikan karena nanti termasuk beberapa sumber energi untuk peningkatan kapasitas energi. Sebenarnya mereka bukan energi baru terbarukan tetapi salah satu energi yang agak hijau-lah," terangnya.

Dia memastikan Sulsel siap mendukung program swasembada energi. Apalagi Sulsel memiliki pabrik nikel yang menjadi bahan baku pembuatan baterai termasuk sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) yang saat ini tengah dalam tahap pengembangan.

"Kita punya nikel (untuk bahan baku) baterainya, dan kita punya energi PLTB-nya. Potensi Selayar itu 1.000 (megawatt) menurut teman-teman UPC yang membuat penelitian yang orang Sidrap itu, yang PLTB Sidrap," kata Andi Sudirman.

"Sudah ada FS (Feasibility Study) untuk 1.000 megawatt di Selayar, 250 megawatt di pesisir Jeneponto, jadi banyak. Di Sidrap sendiri ada 60 megawatt. Sisa kode dari PLN-nya untuk masukkan pembangunannya karena mereka sudah siap," jelasnya.




(sar/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads