Siswa SMAN 1 Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) bernama Muhammad Syahrir Hamdani mendapat pengakuan sertifikat setelah menemukan kerentanan dalam website kampus University of San Diego. Syahrir hanya butuh 2 hari untuk membobol website kampus bergengsi di Amerika Serikat itu.
"Saya ikut bug hunter di University of San Diego dan menemukan celah kerentanan dalam website dalam 2 hari," kata Syahrir kepada detikSulsel, Selasa (28/4/2026).
Menurut Syahrir, untuk membobol website butuh ketekunan dan disiplin untuk dapat bekerja secara cepat dan efisien untuk menemukan celah keamanan. Kadang juga hacker bisa beruntung memakai tool yang tepat dan segera mendapatkan celah kerentanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau biasanya yang website seperti Kementerian PU dan website Pemkot Bogor itu 2-3 hari karena itu bersamaan saya kerja," jelasnya.
Ia mengakui sebagai seorang pelajar juga memiliki keterbatasan waktu untuk dapat segera menemukan kerentanan dalam website. Kadang ia masih harus membagi waktu belajar di sekolah atau mengikuti lomba di luar sekolah.
"Saya juga sering terkendala waktu karena misalnya saya kan masih pelajar jadi tetap harus fokus belajar dan sering ikut lomba juga. Nah kalau begitu bisa lebih lama lagi waktu yang dibutuhkan untuk menemukan kerentanan atau bug," tambahnya.
Dia menguraikan untuk menemukan celah keamanan dia memakai kombinasi Subfinder dan Nuclei. Ini merupakan alur kerja (workflow) standar yang sangat efektif dalam reconnaissance (pengintaian) dan pemindaian kerentanan (vulnerability scanning), khususnya dalam bug bounty hunting.
"Secara teknis jadi saya pakai kombinasi Subfinder dan Nuclei untuk menemukan celah kerentanan dalam sistem," paparnya.
Diberitakan sebelumnya, Syahrir Hamdani berhasil membobol website University of San Diego, Amerika Serikat. Syahrir pun mendapat pengakuan dari pihak kampus atas kemampuannya itu.
"Jadi awalnya saya iseng, itu dari kampus San Diego buka bug hunting, siapapun yang dapat celah keamanan itu dapat sertifikat apresiasi," kata Syahrir saat ditemui detikSulsel, Senin (27/4).
(asm/sar)










































