PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menggelontorkan anggaran sebesar Rp 8 miliar untuk renovasi dan peningkatan kapasitas Pelabuhan Bajoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel). ASDP menargetkan pembangunan berlangsung selama 1 bulan yang dimulai pada 1 Mei 2026.
"Renovasi dan peningkatan kapasitas dermaga dengan anggaran sebesar Rp 8 miliar. Pembangunan akan dimulai pada 1 Mei dan mulai beroperasi kembali pada 1 Juni," ujar General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bajoe, Anom Sedayu Panatagama kepada detikSulsel, Selasa (28/4/2026).
Anom mengatakan, pekerjaan yang dilakukan meliputi pembongkaran bagian konstruksi lama yang sudah berusia 23 tahun. Kemudian dilanjutkan dengan pemasangan struktur baru hingga tahap akhir pengembalian operasional kapal ke lintasan semula.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pembenahan tersebut dilakukan karena kondisi pelabuhan yang telah berusia cukup lama, yakni sekitar 23 tahun. Kalau dilihat dari sisi usia, memang sudah cukup berumur, jadi ini bukan sekadar perbaikan biasa, tetapi juga peningkatan kapasitas dermaga," katanya.
Dia menyebutkan, saat ini kapasitas dermaga berada di angka 30 ton. Setelah pembenahan rampung, kapasitas Pelabuhan Bajoe ditargetkan meningkat menjadi 50 ton.
"Dengan peningkatan ini, ke depan pelayanan akan lebih optimal dan mampu menampung beban yang lebih besar. Proses pekerjaan sendiri dijadwalkan berlangsung selama 21 hari kalender, kami berkomitmen menyelesaikan proyek tersebut tepat waktu agar operasional penyeberangan segera kembali normal," sebutnya.
Anom menerangkan, selama proses pembenahan aktivitas penyeberangan tetap berjalan dengan skema pengalihan sementara ke Pelabuhan Siwa, Kabupaten Wajo. Meski begitu, ASDP menegaskan tidak ada perubahan tarif bagi penumpang maupun kendaraan.
"Lintasan dialihkan ke Pelabuhan Siwa-Kolaka. Untuk tarif tetap sama walaupun ada perpindahan, namun tidak ada kenaikan karena semua bisa diakses secara online melalui situs trip.ferizy.com," jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, ASDP menutup penyeberangan di Pelabuhan Bajoe menuju Pelabuhan Kolaka mulai 1 Mei. Layanan tiket ditutup dan kapal hanya beroperasi hingga 30 April.
"Mulai tanggal 1 Mei 2026, rute penyeberangan Bajoe-Kolaka akan resmi dialihkan ke lintasan Siwa-Kolaka. Seiring dengan perubahan ini, batas waktu pembelian tiket melalui aplikasi atau web Ferizy untuk keberangkatan dari Pelabuhan Bajoe akan berakhir malam ini jam 12," ujar Anom kepada detikSulsel, Senin (27/4).
Hal ini merujuk pada surat Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Direktur Sarana Prasarana Angkutan SDP Kementerian Perhubungan Nomor : AP. 201/1/16/DJPD/2026 tanggal 5 Maret 2026 perihal tindak lanjut atas permohonan perpindahan lintas dan tarif sementara lintas Bajoe-Kolaka menjadi Siwa-Kolaka.
Kemudian surat General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bajoe Nomor : UM.003/00219/IV/ASDP-BAE/2026 tanggal 9 April 2026 perihal pemberitahuan penundaan waktu penutupan Pelabuhan Penyeberangan Bajoe dan pengalihan sementara lintasan ke Siwa-Kolaka.
(asm/ata)










































