Perayaan Tahun Baru Imlek di Jambi diwarnai tradisi pelepasan kura-kura ke sungai oleh warga keturunan Tionghoa. Tradisi yang dikenal sebagai Fang Sheng ini kembali digelar sebagai simbol doa, harapan, dan rasa syukur menyambut tahun baru.
Dalam perayaan Imlek 2026 ini, beragam tradisi dilakukan warga Tionghoa dalam menyambut tahun baru tersebut. Warga keturunan Tionghoa melakukan tradisi leluhur hingga lepas kura-kura yang jadi simbol kemakmuran.
"Jadi kura-kura melambangkan keberuntungan, usia nya lama dan kehidupan yang makmur, maka pelepasan kura-kura ke aliran sungai atau dikenal dengan tradisi Fang Sheng sebagai simbol kebaikan," kata Michael kepada wartawan, Selasa (17/2/2026)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tradisi Fang Sheng atau lepas hewan ke alam liar itu juga dipercaya oleh warga Tionghoa di Jambi agar nanti mendapatkan karma baik di hari Imlek. Pelepasan hewan kura-kura itu juga bentuk berkesinambungan antara makhluk hidup dengan alam.
"Ini sudah tradisi nenek moyang, sejak lama kami lakukan bersama keluarga, dan ini bagian dalam perayaan Tahun Baru Imlek," ujar dia
Pelepasan kura-kura ini dilakukan warga Tionghoa di aliran sungai terpanjang di Sumatera yaitu Sungai Batanghari Jambi. Bersama keluarga besarnya, Michael berkumpul dan memanjatkan doa setelah bergantian melepas satwa tersebut ke alam bebas.
Tradisi Fang Sheng merupakan ritual turun-temurun yang telah dilakukan selama bertahun-tahun. Dalam tradisi Fang Sheng ini, melepas makhluk hidup dipercaya membawa karma baik, keberuntungan, kesehatan, serta rezeki di tahun yang baru.
Selain sebagai simbol doa, kura-kura dipilih karena diyakini melambangkan kehidupan yang berkelanjutan. Pelepasan satwa juga dimaknai sebagai bentuk kasih sayang terhadap sesama makhluk hidup serta menjaga harmoni manusia dengan alam.
"Tradisi ini menjadi momen untuk menutup tahun lama sekaligus membuka harapan baru. Dengan melepas kura-kura, kami berharap tahun ini hingga tahun yang datang membawa kebahagiaan, kesehatan, dan kesuksesan bagi keluarga," sebutnya.
Fang Sheng sendiri berasal dari bahasa Mandarin, yang berarti "melepas makhluk hidup". Ritual ini lazim dilakukan saat momen penting, termasuk perayaan Imlek, sebagai wujud welas asih dan doa kebaikan bagi kehidupan ke depan.
Sementara, kata Fang Sheng ini berasal dari bahasa Mandarin, di mana Fang berarti melepas dan Sheng artinya makhluk hidup. Tradisi ini juga dilakukan setiap tahun dalam penyambutan Tahun Baru Imlek.
Tradisi Fang Sheng ini juga sudah dilakukan oleh warga Tionghoa sejak ribuan tahun lamanya, yang mengajarkan manusia untuk saling mencintai sesama makhluk hidup.
Tidak hanya itu, dalam kitab Tao yang merupakan kitab suci agama Tao, sebut Michael, tradisi Fang Sheng memiliki prinsip welas asih. Di mana semua makhluk hidup berasal dari satu sumber yang sama. Oleh karena itu Fang Sheng dipercaya untuk saling berbagi kasih di antara sesama makhluk hidup termasuk hewan.
"Kami berdoa tahun ini semua warga Indonesia termasuk warga Jambi dan keluarga kami diberikan kemudahan perlindungan, kemudahan dalam urusan baik dan diberikan kemakmuran rezeki," doa Michael.
(dai/dai)