Pemerintah Lebanon Catat 123 Orang Tewas Akibat Serangan Israel

Internasional

Pemerintah Lebanon Catat 123 Orang Tewas Akibat Serangan Israel

Novi Christiastuti - detikSumbagsel
Jumat, 06 Mar 2026 17:20 WIB
People stand near a damaged building after Israeli strikes on Beiruts southern suburbs on Wednesday, following renewed hostilities between Hezbollah and Israel amid the U.S.-Israeli conflict with Iran, Lebanon, March 5, 2026. Picture taken with a mobile phone. REUTERS/Ahmad Al Kerdi
Foto: Kondisi Lebanon usai diserang Israel (REUTERS/Ahmad Al Kerdi)
Jakarta -

Sedikitnya 123 orang warga Lebanon tewas akibat serangan terbaru Israel ke negara tersebut. Serangan ini diklaim menargetkan kelompok militan Hizbullah yang didukung Iran.

Dilansir detikNews, data tersebut disebutkan Kementerian Kesehatan Lebanon. Selain 123 orang tewas, ratusan orang lainnya mengalami luka-luka akibat gempuran Tel Aviv.

Lebanon terseret ke dalam perang di Timur Tengah setelah Hizbullah menyerang Israel, pada Senin (3/2), untuk membalas kematian pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akibat serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Sabtu (28/2) waktu setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam beberapa hari terakhir, militer Israel membombardir wilayah pinggiran selatan Beirut dan wilayah Lebanon bagian selatan, yang merupakan benteng kuat Hizbullah. Militer Israel juga mengerahkan pasukan darat ke kota-kota perbatasan Israel-Lebanon.

"Jumlah korban tewas akibat agresi Israel pada Senin (2/3) telah meningkat menjadi 123 orang martir dan 683 orang lainnya luka-luka," sebut Kementerian Kesehatan Lebanon dalam pernyataan terbarunya, seperti dilansir Press TV, Jumat (6/3/2026).

ADVERTISEMENT

Meningkatnya kekerasan Israel terhadap Lebanon telah memicu kekhawatiran di kalangan organisasi kemanusiaan dan komunitas internasional mengenai keselamatan dan kesejahteraan warga sipil di area-area terdampak serangan.

Adapun serangan Tel Aviv yang terus berlanjut terhadap wilayah Lebanon telah mendorong seruan luas untuk deeskalasi dan kembali ke dialog diplomatik untuk mencegah hilangnya lebih banyak nyawa dan mendorong stabilitas di kawasan.

Sementara itu, pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, bersumpah untuk melanjutkan pertempuran melawan Israel dan meningkatkan serangan. Qaseem menyebut Hizbullah telah menargetkan posisi Israel hingga ke Tel Aviv.

"Kita menghadapi agresi... pilihan kita adalah menghadapinya sampai pengorbanan terakhir, dan kita tidak akan menyerah," tegas Qassem dalam pidato pertamanya sejak pertempuran terbaru pecah.

Di Iran, juru bicara Kementerian Luar Negeri, Esmaeil Baghaei, mengutuk keras serangan Israel terhadap Lebanon. Dia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban tewas dan kepada pemerintah serta rakyat Lebanon.

Baghaei mengkritik sikap diam Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam menangani kejahatan rezim pendudukan Israel, yang disebutnya akan mendiskreditkan badan dunia tersebut.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads