Pengadaan fasilitas rumah dinas milik Wakil Ketua III DPRD Sumsel Ilyas Panji Alam juga bernilai fantastis. Tiga paket pengadaan yang akan dibeli berupa meubelair, calmic hygiene, dan sound system. Totalnya mencapai Rp 2,79 miliar.
Tiga paket pengadaan milik rumdis politisi PDIP ini juga dianggap nyeleneh, sehingga penolakan terhadap fasilitas itu juga masuk dalam daftar tuntutan massa pendemo pada aksi 12 Maret lalu di DPRD Sumsel.
Berikut ini rincian pengadaan untuk rumah dinas Wakil Ketua III DPRD Sumsel Ilyas Panji Alam:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Meubelair Rp 2.301.324.000
2. Calmic hygiene Rp 354.000.000
3. Sound system Rp 135.000.000
Total Rp 2.790.324.000
Tiga item paket pengadaan itu lebih sedikit dibandingkan pengajuan awal yang jumlahnya lebih banyak dengan nilai APBD yang juga bernilai fantastis. Berikut ini daftar pengadaan rumdis Wakil Ketua III Ilyas Panji Alam sebelum akhirnya dibatalkan:
1. Meubelair rumah dinas: Rp 2.301.324.000
2. Calmic hygiene rumah dinas: Rp 354.000.000
3. Alat gym rumah dinas: Rp 395.000.000
4. Meja biliar rumah dinas: Rp 335.900.000
5. Heat pump rumah dinas: Rp 776.000.000
6. Sound system rumah dinas: Rp 135.000.000
Total: Rp 4.297.224.000 (Rp 4,29 miliar)
Sejumlah pengamat menilai tak ada urgensinya Ilyas meminta meja biliar untuk di rumdisnya. Apalagi dengan harga yang tak masuk akal hingga Rp 335,9 juta atau lebih mahal dari pengadaan milik Ketua Andie Dinialdie sebesar Rp 151 juta.
Anggota Badan Anggaran DPRD Sumsel Yansuri berjanji akan menghapus anggaran nyeleneh untuk rumdis pimpinan dewan.
"Pada prinsipnya anggaran (pengadaan fasilitas rumah pimpinan dewan) ini akan dibatalkan, saya selaku anggota banggar bisa melakukan itu," ujar Anggota DPRD Sumsel Yansuri usai menerima puluhan massa aksi dari Generasi Muda Institut, Kamis (12/3/2026).
Meski berjanji membatalkan, dia menyebut tak akan melakukan penghapusan seluruh item. Pengadaan rumah dinas disebutnya akan disesuaikan dengan kebutuhan sewajarnya.
"Tidak seluruhnya dibatalkan, hal-hal yang nyeleneh saja yang dibatalkan. Yang kira-kira tidak bermasalah, tidak kita batalkan," katanya.
"Kebutuhan rumah (pimpinan) tangga, yang wajar-wajar boleh. Kalau rumah pimpinan tidak ada gorden kan aneh, tak ada kursi, lampu-lampu harus ada. Yang wajar-wajar saja," sambungnya.
(csb/csb)