Saat perayaan Hari Suci Nyepi, terdapat sejumlah larangan yang harus dipatuhi oleh umat Hindu maupun wisatawan. Sudah tahu apa saja larangan saaat Hari Suci Nyepi?
Nyepi merupakan momen penyucian diri manusia dan alam semesta, dengan meninggalkan berbagai hal negatif di masa lalu untuk menyambut Tahun Baru Saka. Karena itu, seluruh larangan yang berlaku perlu ditaati sebagai bentuk penghormatan terhadap kesucian hari itu.
Berikut detikSumbagsel rangkum empat larangan saat Hari Suci Nyepi. Yuk, simak!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Larangan saat Hari Suci Nyepi (Catur Brata Penyepian)
Catur Brata Penyepian merupakan ritual tahunan yang mempunyai spirit kultural yang berisi 4 jenis larangan. Ritual ini perlu dilaksanakan tanpa ada bunyi pengeras suara dan tidak menyalakan lampu saat malam hari.
Tetapi, ritual ini dikecualikan bagi mereka yang sakit atau membutuhkan layanan untuk keselamatan dan hal-hal lain yang menyangkut alasan kemanusiaan. Catur Brata Penyepian memuat empat larangan saat Nyepi, antara lain:
1. Amati Geni
Larangan pertama saat Nyepi adalah Amati Geni. Arti dari Amati Geni adalah larangan untuk menghidupkan api atau lampu saat perayaan Nyepi, termasuk api yang terdapat dalam diri manusia, seperti kemarahan, iri hati, dan pikiran yang tidak baik.
Melalui Amati Geni, umat Hindu diajak untuk mengendalikan diri dari hawa nafsu dan emosi, serta menenangkan batin dalam suasana hening.
2. Amati Karya
Saat Nyepi melakukan aktivitas fisik/kerja merupakan larangan dalam hari suci ini. Tujuannya adalah supaya manusia berfokus pada aktivitas rohani untuk penyucian diri, perenungan, serta menginstropreksi diri terhadap berbagai kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan.
3. Amati Lelungan
Amati Lelungan merupakan larangan untuk berpergian atau keluar rumah saat Nyepi. Umat Hindu. Larangan ini bertujuan agar umat Hindu fokus dalam beribadah serta perenungan diri.
Mereka juga akan melakukan instrospeksi diri dengan memusatkan pikiran astiti bhakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi/Ista Dewata.
4. Amati Lelanguan
Larangan terakhir saat Nyepi adalah Amati Lelanguan yang artinya umat Hindu dilarang untuk menikmati hiburan dengan tujuan bersenang-senang.
Melalui larangan ini, umat Hindu diajak untuk melatih ketenangan batin dan mencapai kedalaman spiritual selama perayaan Nyepi.
Libur Nyepi 2026 Berapa Hari?
Mengacu Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 1497 Tahun 2025, Nomor 2 Tahun 2025, dan Nomor 5 Tahun 2025 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026, libur Nyepi 2026 mulai tanggal 18 Maret. Ini rinciannya.
- Rabu, 18 Maret 2026: Cuti bersama Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948
- Kamis, 19 Maret 2026: Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948
Dengan demikian, masyarakat dapat menikmati libur Nyepi dua hari berturut-turut. Akan tetapi karena Nyepi tahun ini berdekatan dengan Lebaran maka durasi libur menjadi bertambah.
Rangkaian Upacara Ritual Nyepi
Dikutip Indonesia.go.id ritual Nyepi memiliki serangkaian upacara yang perlu dilakukan. Keseluruhan rangkaian dapat berlangsung sepanjang 5 hari. Adapun rangkaian upacara yang dimaksudkan yaitu:
1. Melasti
Upacara Melasti dilaksanakan tiga atau dua hari sebelum ritual Nyepi. Fungsi dari upacara ini adalah penyucian, baik terhadap individu atau seluruh piranti upacara (pretima). Ritual ini biasa dilakukan di laut, danau, sungai.
2. Tawur Kesanga
Tawur Kesanga memiliki beberapa sebutan seperti pangrupukan atau tawur agung. Biasanya acara ini dilakukan sebelum ritual Nyepi. Tujuannya untuk menjaga keseimbangan alam semesta maupun diri manusia dari gangguan Bhuta Kala.
Pada momen ini dilakukan ritual menyebar nasi tawur, menyalakan obor, dan memukul kentongan. Tujuan dilakukannya untuk mengusir Bhuta Kala dari lingkungan sekitar. Setelah itu pada ritual tawur agung, ogoh-ogoh yang berwujud raksasa diarak berkeliling hingga matahari terbit. Barulah setelah itu Ogoh-ogoh dibakar.
3. Nyepi
Upacara Nyepi merupakan puncak hari raya umat Hindu. Masyarakat Hindu-Bali merayakan momen tersebut dalam bentuk catur bratha penyepian. Masyarakat Bali selama 24 jam belajar mengendalikan diri mulai pukul 05.00 sampai pukul 05.00 keesokan paginya.
4. Ngembak Geni
Upacara terakhir adalah ngembak geni yang dirayakan pada hari kedua bulan kesepuluh kalender Bali-Hindu. Momen ini bermakna berakhirnya catur brata penyepian. Mirip momen Idul Fitri, umat Hindu akan mengunjungi keluarga, kerabat, hingga teman dekat untuk saling bermaafan.
Demikian empat larangan saat Hari Suci Nyepi. Semoga bermanfaat.
Artikel ini ditulis oleh Bagus Rahmat Nugroho, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik.
Simak Video "Video: Terminal Mengwi Mulai Dipadati Pemudik, Sehari Bisa Tembus 3.400 Orang"
[Gambas:Video 20detik]
(mep/mep)
