32 Ribu KK Umat Hindu di Sumsel Bakal Jalani Catur Brata Penyepian

Sumatera Selatan

32 Ribu KK Umat Hindu di Sumsel Bakal Jalani Catur Brata Penyepian

Nadiya - detikSumbagsel
Rabu, 18 Mar 2026 19:30 WIB
Ritual jelang Perayaan Nyepi di Pura Agung Sriwijaya, Kota Palembang
Foto: Ritual jelang Perayaan Nyepi di Pura Agung Sriwijaya, Kota Palembang (Dok. Istimewa)
Palembang -

Sebanyak 32.000 Kepala Keluarga (KK) umat Hindu yang tersebar di berbagai wilayah Provinsi Sumatera Selatan bersiap melaksanakan rangkaian Hari Suci Nyepi Tilem Kesanga Tahun 2026. Momentum ini menjadi sarana penyucian diri dan introspeksi spiritual bagi seluruh umat Hindu di Bumi Sriwijaya.

Ketua Pembina Perkumpulan Adat Bali Sumatera Selatan (PABSS), IGB Surya Negara, menjelaskan bahwa pelaksanaan Nyepi tahun ini akan dilakukan secara khidmat. Kegiatan dimulai dari tingkat rumah tangga, lingkungan keluarga, desa, hingga pura-pura yang tersebar di kabupaten dan kota.

"Tahun ini tercatat ada sekitar 32.000 KK umat Hindu di Sumsel yang merayakan. Secara simbolik, kegiatan untuk tingkat provinsi dipusatkan di Pura Agung Sriwijaya, Kota Palembang," ujarnya kepada detikSumbagsel, Rabu (18/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menyebut, rangkaian perayaan Nyepi sebenarnya telah dimulai sejak tanggal 14 Maret lalu. Rangkaian diawali dengan Upacara Melasti yang dilaksanakan secara sakral oleh umat di wilayah Kabupaten Banyuasin.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, untuk puncak persembahyangan Nyepi bagi umat Hindu di Palembang dan sekitarnya akan dipusatkan di Pura Agung Sriwijaya pada tanggal 18-19 Maret 2026. Seluruh persiapan sarana upacara dipastikan telah rampung dilakukan oleh panitia setempat.

"Nyepi tahun ini diharapkan dapat memperkuat harmoni antara manusia dengan Tuhan, alam semesta, dan sesama manusia. Hal ini sejalan dengan ajaran Tri Hita Karana yang menjadi landasan utama dalam setiap nafas ibadah umat Hindu," jelasnya.

Surya menambahkan, meski dilakukan dalam keheningan, koordinasi dengan pihak keamanan dan pemerintah setempat tetap dilakukan. Hal ini guna memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan kondusif tanpa ada gangguan teknis di lapangan.

"Kami berharap Nyepi bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum penting untuk kembali ke jati diri yang suci. Semoga umat dapat melaksanakannya dengan penuh kekhidmatan," pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh Nadiya, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads