Setelah perayaan Imlek dan Cap Go Meh, masyarakat Tionghoa masih memiliki tradisi lainnya. Pada bulan April, masyarakat Tionghoa akan merayakan Cheng Beng.
Cheng Beng merupakan ziarah masyarakat Tionghoa untuk mengenang leluhur yang sudah terlebih dahulu pergi meninggalkan dunia ini. Perayaan Cheng Beng jatuh pada 5 April dan kegiatan ini akan berlangsung selama 10 hari sebelum dan sesudah hari Cheng Beng.
Tradisi ini diisi dengan kegiatan membersihkan makam, membakar dupa, uang arwah serta memanjatkan doa di depan nisan leluhur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Majelis Rohaniawan Tridharma Agung Komda Sumsel, Chandra Husin mengatakan Cheng Beng merupakan satu dari lima festival besar dalam budaya Tionghoa yang sangat dijunjung tinggi.
"Cheng Beng akan dilaksanakan pada 5 April 2026. Untuk mengantisipasi lonjakan peziarah maka kami telah berkoordinasi dengan pihak keamanan selama tiga hari yakni mulai dari tanggal 3-5 April 2026," ujar Chandra, Rabu (25/3/2026).
Petugas gabungan dari TNI dan Polri, kata Chandra akan hadir untuk memberikan rasa aman dan nyaman saat perayaan Cheng Beng bagi masyarakat Tionghoa.
"Petugas hadir untuk menerbitkan rasa aman saat masyarakat sedang menjalankan prosesi ritual di makam leluhur," katanya.
Menurut Chandra, nanti masyarakat keturunan Tionghoa akan membersihkan makam leluhur, lalu melempar kertas emas atau perak untuk menandai makam keluarga Meraka.
"Tradisi Cheng Beng ini menjadi pengingat bagi generasi muda akan jasa-jasa para leluhurnya," ujarnya.
(dai/dai)