Banjir di OKU Rendam Rumah-Fasilitas Pendidikan, Tinggi Air hingga 1 Meter

Sumatera Selatan

Banjir di OKU Rendam Rumah-Fasilitas Pendidikan, Tinggi Air hingga 1 Meter

Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Sabtu, 28 Mar 2026 12:00 WIB
Petugas BPBD mengecek banjir yang melanda daerah di OKU
Petugas BPBD mengecek banjir yang melanda daerah di OKU (Foto: Istimewa/BPBD OKU)
OKU -

Hujan deras di Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan mengakibatkan banjir hingga membuat puluhan warga terdampak. Saluran drainase di jalan lintas juga menjadi penyebab terjadinya banjir setinggi 50 cm-1 meter.

Kepala Pusdalops BPBD OKU Gunalfi mengatakan banjir terjadi di wilayah Kelurahan Sukaraya, Kecamatan Baturaja Timur, akibat hujan deras yang terjadi sejak Jumat (27/3) malam hingga Sabtu (28/3) dini hari.

"Banjir terjadi akibat turunnya hujan sejak pukul 22.56 WIB hingga dini hari tadi di beberapa titik wilayah OKU, dengan intensitas sedang hingga lebat dalam waktu yang cukup lama terutama di Kecamatan Baturaja Timur," ujar Gunalfi, Sabtu (28/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Drainase induk pembuangan air yang ada di jalan lintas Sumatera tidak dapat mengalirkan air dengan baik, sehingga menghambat lajur air," sambungnya.

Akibat saluran tersumbat, terdapat 11 rumah yang dihuni 39 jiwa terdampak banjir. Selain itu, juga merendam fasilitas pendidikan Stikes Ma'arif dan Kantor Urusan Agama (KUA) Baturaja Timur.

ADVERTISEMENT

"Ada tiga ruangan stikes yang terendam. Akses Jalan Dr M Hatta sekitar 30 meter juga terendam," ungkapnya.

"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," tambahnya.

Pihak BPBD OKU menilai kerugian akibat banjir itu berkisar Rp 71 juta. Untuk Kondisi saat ini wilayah yang terdampak baniir masih terjadi genangan air.

"Saat ini tim di lapangan sedang melakukan penyedotan air agar banjir tidak kian meluas," jelasnya.

Pihaknya berharap ada solusi jangka panjang, yaitu pembangunan box culvert dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).

"Dikarenakan titik sumbatan ini berada di bawah jalan negara," ungkapnya.

BPBD juga melakukan pemantauan terhadap tinggi muka air Sungai Ogan dan Sungai Lenkayap dalam 1x24 jam ini. Pihaknya juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana banjir mengingat hujan masih akan terjadi di wilayah tersebut.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads