Banjir Bandang-Longsor di OKU Selatan, 32 KK Terdampak dan 7 Rumah Rusak Berat

Sumatera Selatan

Banjir Bandang-Longsor di OKU Selatan, 32 KK Terdampak dan 7 Rumah Rusak Berat

Irawan - detikSumbagsel
Minggu, 29 Mar 2026 18:30 WIB
Polisi meninjau banjir bandang dan longsor yang menerjang wilayah di OKU Selatan
Polisi meninjau banjir bandang dan longsor yang menerjang wilayah di OKU Selatan (Foto: Istimewa/Polda Sumsel)
OKU Selatan -

Banjir bandang dan tanah longsor menerjang Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan. Akibat kejadian ini, 32 kepala keluarga dan tujuh rumah warga rusak berat.

Selain itu, satu orang warga dilaporkan mengalami luka ringan akibat tertimpa material bangunan. Korban telah mendapatkan penanganan medis.

Banjir bandang dan longsor itu terjadi di Dusun 6 dan Dusun 8 Manduriang, Desa Simpang Sender Utara, Kecamatan Buay Pematang Ribu Ranau Tengah (BPRRT), OKU Selatan, Sabtu (28/3/2026) malam.

Kejadian itu terjadi setelah daerah itu dilanda hujan deras sejak sore hari. Kemudian sekitar pukul 18.30 WIB, warga dikejutkan suara gemuruh dari arah belakang permukiman yang ternyata merupakan longsoran tanah bercampur material pepohonan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya mengatakan anggota yang mendapatkan kabar tersebut langsung berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten OKU Selatan, BPBD, dan instansi terkait dalam penanganan darurat.

"Kita minta Kapolres OKU Selatan bersama pihak pemkab turut meninjau langsung lokasi kejadian sekaligus menyerahkan bantuan kepada warga terdampak," katanya kepada wartawan, Minggu (29/3/2026).

ADVERTISEMENT

Nandang mengungkapkan aparat bersama warga melakukan gotong royong untuk membersihkan material longsor dan mempercepat proses evakuasi.

"Sebagai langkah lanjutan, posko terpadu dan dapur umum telah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa pemulihan. Pembersihan area terdampak juga dilakukan secara bertahan," ungkapnya

Dia menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dan penanganan akan terus dilakukan hingga kondisi kembali pulih.

"Kami juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat curah hujan masih tinggi, jika melihat tanda-tanda potensi bencana," ujarnya.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads