Bus membawa rombongan pengantin terbalik, di tanjakan Danau Ranau, Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan. Akibat kejadian itu, tiga orang dilaporkan mengalami luka berat.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Raya Pusri, tepatnya di Desa Pusri, Kecamatan BPR Ranau Tengah, Kabupaten OKU Selatan, pada Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Insiden tersebut melibatkan satu unit Mitsubishi Micro Bus berwarna putih dengan nomor polisi BE-7403-BU yang mengangkut 28 penumpang.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi, kecelakaan diduga terjadi karena kendaraan tidak kuat menanjak saat melintasi jalan yang menanjak dan menikung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendaraan sempat berhenti dan beberapa penumpang turun untuk membantu mengganjal roda menggunakan batu. Namun saat kendaraan kembali berjalan, diduga tidak mampu menahan beban di tanjakan, sehingga mundur dan akhirnya terguling di badan jalan.
Seluruh korban langsung dievakuasi oleh petugas Satlantas Polres OKU Selatan yang segera tiba di lokasi dan dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan. Tiga korban luka berat saat ini masih menjalani perawatan intensif, sementara korban luka ringan telah mendapatkan penanganan medis.
Petugas juga telah mengamankan kendaraan sebagai barang bukti dan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kecelakaan.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Nandang Mu'min Wijaya, mengatakan bahwa penanganan dilakukan dengan cepat dan sesuai prosedur.
"Personel Polres OKU Selatan langsung bergerak ke lokasi, melakukan evakuasi korban, serta memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis secara cepat dan tepat," katanya kepada wartawan, Minggu (29/3/2026).
Nandang mengungkapkan, proses penyidikan terhadap pengemudi masih terus berjalan.
"Pengemudi saat ini sedang dalam proses penyidikan dan disangkakan melanggar Pasal 310 ayat (1) dan ayat (3) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan," jelasnya.
Dia mengimbau kepada para pengemudi, khususnya angkutan umum, agar lebih memperhatikan kondisi kendaraan sebelum beroperasi.
"Keselamatan penumpang adalah prioritas utama. Pastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan, terutama sistem pengereman, dan jangan memaksakan kendaraan saat melintasi medan menanjak atau berisiko tinggi," tegasnya.
Polda Sumatera Selatan memastikan penanganan kasus ini dilakukan secara profesional, termasuk pemantauan kondisi korban serta koordinasi dengan pihak terkait guna menjamin perlindungan bagi masyarakat.
(dai/dai)
