Bencana banjir bandang dan tanah longsor di Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan, mengakibatkan tujuh rumah rusak berat. Jumlah korban terdampak bertambah menjadi sebanyak 45 kepala keluarga (KK) atau 130 jiwa.
Bencana banjir bandang dan tanah longsor terjadi 4 dusun, yakni di Dusun I, IV, VI, dan VIII, Desa Simpang Sender Utara, Kecamatan Buay Pematang Ribu Ranau Tengah.
"Dari data pukul 22.49 WIB, jumlah korban banjir bandang dan tanah longsor sebanyak 45 KK atau 130 jiwa. Rumah rusak berat 7 unit dan yang mengungsi 2 KK atau 6 jiwa, serta 1 orang dari Dusun IV mengalami luka ringan," ujar Kepala Pelaksana BPBD OKU Selatan Indra Gunawan, Senin (30/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menyebut, dari tujuh rumah yang mengalami rusak berat, 4 unit di antaranya berada di Dusun IV milik Saparudin (72), Arwansyah (48), Suhariyanto (48), dan Wigi (34). Di Dusun I rumah milik Sugiharto, dan di Dusun VIII, rumah milik Riki dan Rais (68). Rumah yang terseret arus akibat banjir adalah rumah milik Rais.
"Akibat bencana itu, jembatan beton di Dusun IV dan gorong-gorong di Dusun 6 juga mengalami kerusakan," kata Indra.
Selain itu, dari data yang disampaikan tim di lapangan, kerusakan juga terjadi di sektor pertanian dan peternakan. Diperkirakan, sawah ratusan hektare terdampak bencana.
"Kerusakan sawah sekitar 100 hektare di Dusun I dan IV, kemudian kolam ikan 3 petak di Dusun IV juga terdampak banjir," tambahnya.
Dia menyebut, banjir di 4 dusun tersebut sudah berangsur surut. Masyarakat juga bertahap melakukan pembersihan tanah dan material di rumah mereka.
"BPBD tetap memgimbau masyarakat tetap waspada, mengingat potensi hujan masih bisa terjadi di wilayah OKU Selatan," ujarnya.
Indra menjelaskan, kerusakan terparah terjadi pada rumah warga yang berada di titik longsor dan aliran banjir. Tercatat tiga rumah tertimpa material longsor, sementara satu rumah lainnya mengalami kerusakan pada bagian dapur akibat terbawa arus air.
"Rumah yang mengalami rusak berat sebagian besar berada di area terdampak langsung longsor dan arus banjir," jelasnya.
(csb/csb)
