Sampah Palembang Tembus 1.200 Ton per Hari, PLTSa Keramasan Beroperasi Oktober

Sumatera Selatan

Sampah Palembang Tembus 1.200 Ton per Hari, PLTSa Keramasan Beroperasi Oktober

Ani Safitri - detikSumbagsel
Selasa, 07 Apr 2026 06:30 WIB
TPA Sukawinatan Palembang
TPA Sukawinatan Palembang (Foto: Bagus Rahmat Nugroho)
Palembang -

Pemerintah Kota Palembang tengah mempercepat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di kawasan Keramasan sebagai solusi tumpukan sampah yang mencapai 1.260 ton setiap harinya. Saat ini, progres fisik proyek strategis tersebut telah menyentuh angka 81,92 persen.

Fasilitas Pengolahan Sampah Ramah Lingkungan (PSEL) ini diproyeksikan mulai beroperasi penuh paling lambat pada Oktober 2026 mendatang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hingga 29 Maret 2026, pembangunan fisik sudah mencapai 81,92 persen. Targetnya akan mulai beroperasi paling lambat Oktober 2026," ungkap Wali Kota Palembang Ratu Dewa dalam sidang LKPJ di DPRD Kota Palembang, Senin (6/4/2026).

Selama ini, sistem pengelolaan sampah di Palembang masih mengandalkan TPA Sukawinatan dengan metode open dumping. Namun, volume sampah yang terus meningkat membuat daya tampung TPA semakin kritis.

ADVERTISEMENT

"Hanya 1.000 ton sampah yang sanggup diangkut ke TPA dari total 1.260 ton timbulan harian. Kami berharap PLTSa Keramasan sanggup memutus rantai penumpukan sampah di hilir dengan kapasitas olahnya yang besar," ujarnya.

Selain mengejar operasional PLTSa, Pemerintah Kota Palembang secara konsisten menjalankan berbagai inovasi di sektor lingkungan untuk memperkuat manajemen persampahan. Salah satu langkah strategis yang dilakukan yakni transformasi TPA Sukawinatan, yang kini beralih dari teknik open dumping menjadi controlled landfill.

Transformasi ini diikuti dengan upaya penutupan sampah melalui pengurukan tanah secara berkala serta revitalisasi kolam lindi untuk menjaga kualitas lingkungan.

Tak hanya fokus pada hilir, pemkot juga memperkuat sisi hulu dengan mengoptimalkan 98 unit bank sampah yang tersebar di 50 hingga 60 kelurahan guna menekan volume sampah langsung dari sumbernya.

Sebagai pelengkap infrastruktur ramah lingkungan, pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di TPA Sukawinatan pun turut direalisasikan untuk memastikan area sekitar tetap terlindungi dari risiko pencemaran limbah cair.

Guna mendukung mobilitas pengangkutan sampah menuju fasilitas pengolahan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Palembang juga akan menambah sejumlah armada pada tahun anggaran 2026.

Saat ini, Palembang mengandalkan 100 unit dump truck, 39 unit amrol, dan beberapa unit ekskavator. Penambahan armada baru diharapkan dapat mempercepat proses pengambilan sampah di titik-titik protokol yang sering meluap seperti kawasan Kebun Bunga, Jakabaring, dan Kertapati.

"Pemerintah kota terus berkomitmen melakukan perbaikan teknologi pengelolaan sampah dari hulu ke hilir agar wajah kota tetap bersih dan estetis," ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh Ani Safitri peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads