Nelayan di Kabupaten Bangka Selatan (Basel), bernama Doli (40) dilaporkan hilang usai diterkam buaya di Sungai Nyirih. Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian korban.
"Tim SAR gabungan masih melaksanakan operasi pencarian intensif di Sungai Nyirih, Kecamatan Air Gegas, terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang diduga kuat akibat serangan buaya," jelas Kepala Basarnas Bangka Belitung (Babel) Mikel Rachman Junika, Jumat (17/4/2026).
Korban Doli dilaporkan hilang, Kamis (16/4). Dalam proses pencarian, tim menggunakan dua set peralatan Crocodile Attack Protection Equipment (CAPE) untuk melindungi personel saat penyisiran. Untuk diketahui, lokasi korban hilang merupakan habitatnya buaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kata dia, kejadian itu bermula ketika Doli pergi mencari ikan bersama rekannya di Sungai Nyirih menggunakan perahu masing-masing. Usai berpencar, tak berselang lama korban tak terlihat lagi dan hanya ditemukan perahunya.
"Kejadian bermula saat korban dan rekannya masing-masing menggunakan sampan untuk mencari ikan. Rekan korban sempat mendahului beberapa saat, namun saat menoleh kembali, korban sudah tidak terlihat di atas sampannya," terangnya.
"Upaya pencarian oleh warga Desa Delas sempat dilakukan secara mandiri sebelum akhirnya meminta bantuan kami (Kantor SAR Pangkalpinang)," sambungnya.
Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian dengan cara menyisir dari area korban dilaporkan hilang atau di titik koordinat 2°53'3.54"S 106°18'28.32"E.
"Selain tim dari Pangkalpinang dan Unit Siaga SAR Toboali, kami juga mengerahkan Drone Thermal untuk menyisir area rawa dari udara. Peralatan keselamatan dari serangan buaya (CAPE) menjadi prioritas utama demi keamanan personel di lapangan," ujarnya.
Masyarakat setempat diimbau untuk tetap waspada dan menjauhi pinggiran sungai sementara waktu selama proses pencarian berlangsung guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
(csb/csb)
