Bantuan dari pemerintah daerah (pemda) untuk wilayah terdampak bencana banjir di Aceh, terus mengalir. Sebanyak 15 pemerintah kabupaten/kota di Sumatera Barat menyalurkan bantuan keuangan sebesar Rp 27 miliar.
Sebelumnya, bantuan keuangan untuk bencana Aceh juga disalurkan Sumatera Utara sebesar Rp 260 miliar.
Menteri Dalam Negeri M Tito Karnavian mengatakan penyerahan bantuan untuk Aceh dari Sumatera Barat ditandai dengan penandatangan bantuan keuangan pada gelaran Apesiasi Pemerintah Daerah Berpestasi 2026 di Sumatera Selatan, Sabtu (25/4/2026) malam. Bantuan keuangan itu mengambil dari anggaran TKD (transfer ke daerah) yang ditambahkan untuk Sumut dan Sumbar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terkumpul dari Sumut sebesar Rp 260 miliar, dari Sumbar Rp 27 miliar. Jadi total dari dua daerah ini sebesar Rp 287 miliar. Nanti tinggal dikawal saja oleh Pak Sekjen (Kemendagri) dan Pak Dirjen, ini harus direalisaskan. Nanti bantuan hiba ini akan kita langsungkan antardarrah, masuk dari rekening ke rekening daerah," ujar Tito.
Dia menjelaskan, rincian sumbangan dari Sumbar untuk Aceh yakni Kota Pariaman Rp 1 miliar, Kota Sawah Lunto Rp 1 miliar, Kota Solok Rp 2 miliar, Kota Sijunjung Rp 1 miliar, Kabupaten Pesisir Selatan Rp 1 miliar, Kabupaten Dharmasraya Rp 1m miliar, Kota Padang Rp5 miliar.
Kemudian Kabupaten Solok Selatan Rp miliar, Kabupaten Padang Panjang Rp 3 miliar , Kabupaten Solok Rp 2 miliar, Kota Bukit Tinggi Rp 1 miliar, Kabupaten Pasaman Barat Rp 1,5 m, Kabupaten Limo Puluh Kota Rp 1 miliar.
"Kabupaten Payakumbuh menyumbang Rp 3 miliar, yang mana Rp 1 miliar untuk kabupaten Agam. Kepulauan Mentawai Rp 1 miliar,meski dia juga terdampak tapi tetap menyumbang untuk Aceh,"ujarnya.
"Nanti bantuan ini akan kita serahkan ke Aceh meski sudah ada bantuan dari Pak Boby dan gengnya yakni Sumut Rp 260 miliar. Jadi total bantuan untuk Aceh dari Sumut dan Sumbar Rp 278 miliar," katanya.
Tito berharap bantuan ini bisa dapat membantu Aceh agar cepat pemulihan pasca dari bencana.
"Mekanisme akan kita kawal, Mendagri hanya membantu dan nanti akan di transfer ke rekening. Barokah untuk kita semua," ujarnya.
Tito yang juga Kepala Satgas Penanganan Bencana Sumatera ini menyebut, bantuan keuangan dari dua provinsi ini di tengah recovery bencana yang masih dilakukan di Sumut dan Sumbar.
"Di Sumut itu dari 33 daerah, yang terdampak 19 kabupaten/kota. Kalau di Sumbar, dari 19 kabupaten/kota ada 16 yang terdampak. Recovery paling cepat di Sumbar. Makanya kita tadi duduk bersama dengan kepala daerah di Sumbar dan mengimbau, alhamdulillah ada kesepakatan dan Aceh biar paham juga," kata Tito.
"Saya juga berterima kasih kepada Pak Bobby (Gubernur Sumut) dan bupati/wali kota se-Sumut," sambungnya.
Dijelaskan Tito, dampak bencana di Sumatera cukup berat. Tugas sebagai kasatgas bencana ini juga menjadi penugasan pertamanya dalam penanganan bencana yang skalanya sangat luas.
"Bencana ini terjadi di 3 provinsi di 53 kabupaten/kota. Hasil analisis kami, Aceh yang masih cukup berat, ada 8 daerah seperti di Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireun dan lain-lain. Bahkan, di daerah pegunungan masih ada yang terdampak. Banjir masih twrus terjadi, dua hari lalu bahkan ada longsor," katanya
"Di Sumut juga masih ada 8 daerah yang berat, fokusnya masih pada Tapanuli Tengah, dan lain-lainnya. Kemudian atensi kita juga di Sumbar ada Agam, Padang Pariaman, dan Tanah Datar. Beberapa har lalu, saya juga menghadap Pak Presiden, agar TKD untuk ditambah. Intinya, Pak Presiden menambaj Rp 10,6 triliun untuk penanganan tiga daerah tersampak," ungkapnya.
(csb/csb)
