Cuaca ekstrem di wilayah Sumatera Selatan, masih akan terjadi hingga awal Mei mendatang. Bencana hidrometeorologi masih berpotensi terjadi. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan.
"Secara umum sampai awal Mei nanti, pola cuaca masih akan seperti di akhir April ini di sebagian besar wilayah Sumsel," ujar Kepala BMKG Sumsel Wandayantolis, Rabu (29/4/2026).
Menurutnya, curah hujan yang akan terjadi di Sumsel dalam kategori menengah. Khususnya pada periode 10 harian pada awal Mei mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya, umumnya akan mengalami hujan tingkat menengah di kisaran 75-100 mm di sebagian besar wilayah Sumsel dalam periode 10 harian atau pada 1-10 Mei 2026," katanya.
Meski kondisi hujan ini terjadi di sebagian besar wilayah Sumsel hingga awal Mei, dia menyebut beberapa wilayah bertahap memasuki musim kemarau. Salah satunya adalah Ogan Komering Ilir (OKI).
"Iya, hujan masih terjadi di wilayah Sumsel, kecuali di sebagian besar wilayah Empat Lawang dan Sebagian kecil OKI bagian selatan. Hanya di sebagian OKI yang mulai kemarau pada awal Mei," ungkapnya.
Kata dia, potensi kemarau di Sumsel akan diawali pada Mei. Bertahap menuju musim kemarau secara keseluruhan pada akhir Mei mendatang. Kesiapsiagaan terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga harus mulai dipersiapkan.
"Musim kemarau akan meluas baru pada akhir Mei nanti. Hanya sebagian di OKI yang mulai kemarau pada awal Mei ini," jelasnya.
Daerah di Sumsel Alami Hujan Sedang
Sementara itu, Ketua Tim Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sinta Andayani mengatakan sebagian wilayah di Sumsel akan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga lebat hingga 1 Mei.
Kondisi ini, kata dia, dipengaruhi oleh aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) dan gelombang Kelvin.
"Kondisi ini dipengaruhi oleh aktifnya MJO dan gelombang Kelvin di sekitar Sumsel yang berpengaruh terhadap peningkatan pertumbuhan awan hujan," ujarnya.
Sinta menjelaskan, potensi hujan ini merata di berbagai kabupaten/kota dengan waktu yang bervariasi mulai dari siang hingga dini hari. Untuk Rabu (29/4), wilayah yang patut waspada pada siang hingga sore hari meliputi Empat Lawang, Lubuk Linggau, Pagar Alam, Lahat, Musi Rawas, hingga Banyuasin dan OKI.
"Untuk malam hingga dini hari nanti, potensi hujan bergeser ke wilayah OKU Raya (OKU, OKU Selatan, OKU Timur), Pagar Alam, Lahat, dan OKI," jelasnya.
Memasuki Kamis (30/4), potensi hujan sedang-lebat diprediksi terjadi pada sore hingga malam hari di wilayah OKU Selatan, OKU, Musi Rawas, Lahat, Musi Banyuasin, Empat Lawang, Lubuk Linggau, OKI, dan Banyuasin.
Sementara itu, pada Jumat (1/5), intensitas hujan mulai terpusat ke beberapa wilayah pada malam hari, meliputi Lahat, Muara Enim, OKU, dan OKU Timur.
Masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan, seperti jalan licin, berkurangnya jarak pandang, hingga potensi genangan air di wilayah-wilayah tertentu.
(csb/csb)
