Asap Karhutla Kerap Ganggu Tol Sumsel, BPBD Buka Posko-Siapkan Personel

Sumatera Selatan

Asap Karhutla Kerap Ganggu Tol Sumsel, BPBD Buka Posko-Siapkan Personel

A Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Kamis, 07 Mei 2026 22:40 WIB
Foto udara karhutla yang terjadi di sekitar Tol Palindra dan saat ini sudah dipadamkan.
Foto: Ilustrasi karhutla di sekitar tol (Dok. BPBD Sumsel)
Palembang -

Jalur tol akan menjadi fokus utama dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera Selatan pada musim kemarau tahun ini. Personel dengan peralatan lengkap pemadaman akan disiagakan khusus di sepanjang jalur tol.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel M Iqbal Alisyahbana mengatakan karhutla di sekitar area jalur tol akan diantisipasi. Wilayah itu juga kerap menjadi titik rawan karhutla, karena banyak bahan bakaran semak belukar yang mengering saat kemarau.

"Jalur tol akan menjadi perhatian khusus karena saat musim kemarau potensi kebakaran di sekitar kawasan itu cukup tinggi. Jika terjadi karhutla, asap akan mengganggu lalu lintas kendaraan dan membahayakan pengguna tol karena mengurangi jarak pandang," ujar Iqbal, Kamis (7/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Katanya, penyiapan posko untuk penempatan personel dan peralatan akan diintensifkan saat eskalasi karhutla naik. Khususnya pada saat puncak kemarau yang diprediksi terjadi pada Agustus mendatang.

"Posko di beberapa titik di sepanjang jalur tol akan diintensifkan ketika eskalasi musim kemarau meningkat dan kejadian karhutla naik," katanya.

ADVERTISEMENT

"Ketika terjadi karhutla, kita bisa cepat melakukan pemadaman," tambahnya.

Menurutnya, BPBD Sumsel telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk TNI, Polri, Manggala Agni, serta pihak pengelola jalan tol untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan dini karhutla.

Selain menyiagakan personel darat, BPBD juga menyiapkan pompa air portable, kendaraan tangki air, hingga perlengkapan patroli di sejumlah titik yang dianggap rawan terbakar. Patroli terpadu juga akan dilakukan secara rutin selama musim kemarau berlangsung.

"Kita juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar karena dampaknya sangat besar, bukan hanya terhadap lingkungan tetapi juga aktivitas masyarakat dan transportasi," jelasnya.

Kepala BPBD Ogan Ilir Edi Rahmat menambahkan, penanganan karhutla di area jalur tol akan diintensifkan pada saat musim kemarau tiba. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pengelola jalur tol terkait penanganan karhutla.

"Sudah dikoordinasikan dengan pengelola tol, mereka nanti akan membantu akses masuk tol dan suplai air ketika terjadi karhutla," imbuhnya.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads