Korlantas Polri Telusuri Penyebab Bus ALS Tabrak Truk BBM di Muratara

Sumatera Selatan

Korlantas Polri Telusuri Penyebab Bus ALS Tabrak Truk BBM di Muratara

M Rizky Pratama - detikSumbagsel
Kamis, 07 Mei 2026 23:10 WIB
Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Faizal
Foto: Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Faizal (Dok. Istimewa)
Muratara -

Direktorat Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri melakukan Traffic Accident Analysis (TAA) untuk mengungkap penyebab kecelakaan maut bus ALS dan truk tangki BBM di Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan.

Metode penyelidikan yang menggunakan teknologi AI tersebut digunakan untuk menganalisis detail kecelakaan yang menewaskan 16 orang tersebut.

Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Faizal mengatakan TAA merupakan proses investigasi ilmiah tersebut digunakan untuk memperjelas penyebab kecelakaan maut tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bahwa TAA ini adalah proses kita menggunakan teknologi untuk membuktikan jelas suatu perkara dalam kecelakaan lalu lintas. Ini untuk menentukan siapa yang bersalah, termasuk apakah faktor penyebabnya manusia, kendaraan, cuaca, atau kondisi jalan," katanya, Kamis (7/5/2026).

Faizal mengatakan teknologi AI akan digunakan untuk menganalisis kecepatan kendaraan sebelum tabrakan, saat benturan terjadi, hingga posisi akhir kendaraan usai kecelakaan.

ADVERTISEMENT

"TAA ini menggunakan teknologi AI untuk mengecek bagaimana kecepatan kendaraan sebelum terjadi laka, pada saat terjadi laka, dan setelah terjadi laka. Ini akan tampil semua termasuk melihat bagaimana kondisi jalan pada saat terjadinya kecelakaan," jelasnya.

Faizal mengatakan setelah proses TAA selesai, penyidik dari Tim Korlantas Polri, Polda Sumsel, dan Polres Muratara akan melakukan gelar perkara.

"Hasil TAA nanti akan membuat terang perkara dan hasilnya akan kita pertanggungjawabkan secara hukum," ungkapnya.

Fauzi mengatakan pihaknya juga akan mendalami seluruh faktor penyebab kecelakaan, mulai dari faktor manusia, kendaraan, kondisi jalan, hingga faktor alam.

"Ini akan dilakukan investigasi secara mendalam. Termasuk kita juga akan melakukan pemeriksaan dari awal berangkat sampai kejadian dan kapan sopir Bus ALS ini bergantian," katanya.

Namun, kata dia, proses pemeriksaan ini mengalami kendala karena masing-masing sopir Bus ALS dan truk tangki BBM meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut. Polisi kini menunggu kondisi kernet bus yakni Padli (30) membaik terlebih dahulu sebelum dimintai keterangan.

"Masing-masing sopir meninggal dunia, tinggal satu yang kita harapkan yakni kernet bus. Ini masih kita berikan waktu dan terapi dulu untuk tenang, baru kita ambil keterangannya," jelasnya.

Selain itu, polisi juga akan memeriksa perusahaan Bus ALS terkait dugaan pelanggaran aturan angkutan penumpang. Sebab ditemukan sejumlah barang yang tidak semestinya diangkut bus penumpang.

"Kita juga akan mengecek terkait masalah bus ini, seperti regulatornya, perusahaannya, serta pengusahanya akan kami periksa semua. Karena memang fakta-fakta di lapangan, kendaraan ini memuat dua kendaraan sepeda motor, kemudian ada juga tabung gas LPG, termasuk perabotan rumah tangga. Aturannya kendaraan bus penumpang itu tidak boleh memuat selain manusia," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, satu unit bus ALS di Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, terbakar hebat di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum). Diduga bus tersebut terbakar setelah bertabrakan dengan truk tangki BBM. Akibat kejadian tersebut, sebanyak 16 orang meninggal dunia.

Diketahui kejadian tersebut terjadi di Jalinsum Simpang Danau, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, Muratara, Sumatera Selatan pada Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.

Awalnya bus ALS yang berisi diduga belasan orang melaju dari arah Lubuklinggau menuju ke Jambi. Dari arah yang berlawanan, terdapat mobil tangki BBM yang berisi dua orang.

Setibanya di TKP, diduga bus ALS menghindari lubang dan masuk ke jalur yang berlawanan sehingga menabrak mobil tangki BBM tersebut. Kedua kendaraan tersebut terbakar hingga mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan 4 orang terluka.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads