Karhutla di PALI Meluas di 3 Lokasi, Helikopter Lakukan 53 Kali Water Bombing

Sumatera Selatan

Karhutla di PALI Meluas di 3 Lokasi, Helikopter Lakukan 53 Kali Water Bombing

A Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Senin, 01 Jun 2026 20:00 WIB
Kebakaran lahan di PALI
Foto: Kebakaran lahan di PALI (Dok. BPBD Sumsel)
PALI -

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan (Sumsel). Dua helikopter water bombing dikerahkan melakukan pemadaman.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan karhutla di PALI terjadi di wilayah Abab, Talang Ubi, dan Penukal pada Minggu (1/5/2026).

"Luas lahan yang terbakar di tiga lokasi di PALI diperkirakan mencapai 5 hektare. Upaya penyiraman dengan helikopter water bombing di Abab dan Talang Ubi berhasil memadamkan karhutla seluas 3 hektare, sedangkan di Penukal seluas 2 hektare kondisinya masih berasap," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menyebut, pemadaman di Abab dilakukan dengan 27 kali water bombing dari 3 kali sorti. Sedangkan di Talang Ubi dilakukan 11 kali water bombing denga 1 kali sorti.

"Di Penukal dilakukan 15 kali water bombing usai helikopter melakukan pemadaman di Talang Ubi. Hari ini dilakukan kembali pemadaman di Penukal karena kondisinya masih berasap," katanya.

ADVERTISEMENT

"Total dilakukan pemadaman karhutla 53 kali water bombing di wilayah PALI," sambungnya.

Pemadaman dengan helikopter juga dilakukan di wilayah Ogan Ilir, tepatnya di Sungai Rambutan. Pemadaman di wilayah itu dilakukan dengan 3 kali water bombing plus bantuan dari satgas darat dan berhasil dipadamkan. Luas lahan yang terbakar mencapai 3 hektare.

Sudirman mengimbau seluruh masyarakat, khususnya yang berada di wilayah rawan karhutla, agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan indikasi kebakaran maupun titik api di lapangan.

"Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga agar tidak terjadi karhutla. Jika menemukan titik api atau asap, segera laporkan agar bisa ditangani lebih cepat," tukasnya.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads