Masuk Zona Merah-Sering Terjadi Karhutla, PALI Belum Tetapkan Status Siaga

Sumatera Selatan

Masuk Zona Merah-Sering Terjadi Karhutla, PALI Belum Tetapkan Status Siaga

Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Rabu, 03 Jun 2026 09:30 WIB
Pembasahan lahan di wilayah Ogan Ilir oleh Satgas darat
Karhutla di Sumsel (Foto: Istimewa/BPBD Sumsel)
Palembang -

Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) hingga kini belum menetapkan status siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Padahal, wilayah itu telah puluhan kali terjadi karhutla dan termasuk dalam status wilayah rawan. PALI juga telah masuk dalam zona merah.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan hingga saat ini status siaga karhutla baru ditetapkan di wilayah OKI, Ogan Ilir, Muara Enim, Banyuasin, Muba.

"SK penetapan status siaga di PALI masih menunggu tanda tangan bupati," ujar Sudirman, Selasa (2/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski belum ditandatangani, dia menyebut jika BPBD PALI dan pihak terkait lainnya telah melakukan kesiapsiagaan terhadap bencana tahunan tersebut.

"Draft SK-nya sudah ada dan sudah melakukan kesiapsiagaan, tinggal menunggu ditetapkan saja. Jadi untuk saat ini jumlah daerah yang menetapkan status siaga masih tetap 5 daerah (OKI, Ogan Ilir, Muara Enim, Banyuasin, Muba) dan di tingkat Provinsi Sumsel," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Dari data BPBD Sumsel per 31 Mei 2026, karhutla di PALI sudah terjadi 32 kali kejadian. Jumlah itu paling banyak dibandingkan 11 daerah yang sudah terjadi karhutla.

"PALI sudah 32 kali kejadian karhutla. Berdasarkan rekapitulasi kejadian, di Kecamatan Abab paling banyak terjadi karhutla dengan 12 kali, Penukal 8 kejadian, Talang Ubi 7 kejadian, Tanah Abang 3 kejadian, dan Penukal Utara 2 kejadian," terangnya.

Jumlah kejadian di PALI menjadikan satu-satunya daerah di Sumsel yang berstatus zona merah (di atas 30 kejadian). Terbanyak setelah PALI adalah Muara Enim dengan 16 kejadian (zona oranye). Pemkab Muara Enim telah menaikkan status siaga karhutla.

"Kita terus mendorong wilayah-wilayah rawan karhutla untuk segera menaikkan status siaga, mengingat saat ini Sumsel sudah memasuki musim kemarau," ujarnya.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads