Potensi hujan di Sumatera Selatan (Sumsel) diprediksi mengalami peningkatan dalam sepekan ke depan. Hujan akan terjadi di sebagian besar wilayah dengan intensitas ringan hingga sedang, pada musim kemarau saat ini.
Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang Siswanto mengatakan peningkatan peluang hujan dipicu oleh beberapa fenomena atmosfer yang saat ini sedang aktif.
"Nilai Dipole Mode Index bernilai negatif sehingga perlu mendapat perhatian, karena dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan awan hujan di wilayah Sumsel Bagian Barat," ujar Siswanto, Kamis (4/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, BMKG juga mendeteksi aktivitas Gelombang Kelvin yang diprediksi melintasi wilayah Sumsel pada periode 5-6 Juni 2026. Fenomena tersebut berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan dan curah hujan di sejumlah daerah. Potensi hujan intensitas sedang akan terjadi.
"Gelombang Kelvin diperkirakan aktif pada 5 hingga 6 Juni 2026. Kondisi ini mengindikasikan adanya peluang peningkatan curah hujan pada periode tersebut, khususnya pada siang hingga malam hari," ujarnya.
Wilayah yang akan terdampak hujan pada 5-7 Juni berada di Banyuasin, Musi Banyuasin, Palembang, Ogan Ilir, OKI, PALI, Muara Enim, OKU, OKU Timur, OKU Selatan, Lahat, Pagar Alam, Musi Rawas dan Musi Rawas Utara.
Masyarakat yang berada di wilayah tersebut diimbau untuk waspada. Sementara pada periode 8-11 Juni, potensi hujan diprakirakan mulai berkurang. Intensitas hujan kategori ringan hingga sedang berpeluang terjadi secara sporadis atau bersifat lokal pada siang hingga sore hari.
Wilayah yang masih berpotensi mengalami hujan lokal meliputi Banyuasin, Ogan Ilir, Muba, Lahat, Empat Lawang, Lubuklinggau, Musi Rawas, dan Musi Rawas Utara.
(dai/dai)