Tak Hanya Minyak Goreng, Sawit di Jambi Kini Diolah Jadi Bolu hingga Dodol

Jambi

Tak Hanya Minyak Goreng, Sawit di Jambi Kini Diolah Jadi Bolu hingga Dodol

Ferdi Almunanda - detikSumbagsel
Jumat, 12 Jun 2026 07:31 WIB
Pelaku UMKM di Jambi mengikuti pelatihan hilirisasi produk sawit menjadi kuliner lezat
Foto: Pelaku UMKM di Jambi mengikuti pelatihan hilirisasi produk sawit menjadi kuliner lezat (Ferdi Almunanda)
Jambi -

Kelapa sawit selama ini identik sebagai bahan baku minyak goreng. Namun di tangan para pelaku UMKM di Jambi, komoditas andalan daerah itu mulai menunjukkan wajah baru, diolah menjadi beragam produk kuliner bernilai jual tinggi.

Hal itu terlihat dalam Workshop Produksi Bolu dan Aneka Penganan Berbahan Dasar Sawit yang digelar disalah satu hotel di Kota Jambi. Dalam kegiatan workshop itu, setidaknya ada sebanyak 50 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Jambi terlibat langsung dalam praktik mengolah saripati sawit menjadi aneka makanan.

Mereka dibagi dalam lima kelompok dan didampingi inovator bolu sawit asal Kabupaten Bungo, Iin Arlina, pemilik usaha Legan's Sawit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejak pagi hingga sore hari, peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga belajar langsung mengolah sawit menjadi berbagai produk pangan bernilai tambah. Hasilnya, lahirlah beragam penganan seperti bolu sawit, dodol sawit, hingga bangkit sawit.

Iin Arlina mengatakan, pelatihan tersebut menjadi momentum penting untuk memperluas pemanfaatan sawit melalui inovasi kuliner yang dapat dikembangkan oleh masyarakat.

ADVERTISEMENT

"Alhamdulillah, saya senang bisa berbagi ilmu kepada para pelaku UMKM di Jambi. Mudah-mudahan ini bisa melahirkan inovasi baru dari produk turunan sawit untuk memajukan UMKM di daerah," kata Iin, Kamis (11/6/2026).

Menurutnya, Provinsi Jambi memiliki modal besar untuk mengembangkan industri pangan berbasis sawit. Sebagai salah satu daerah penghasil sawit, peluang menciptakan produk turunan masih sangat terbuka.

"Komoditas utama kita adalah sawit. Ruang untuk berinovasi masih sangat luas," ujarnya.

Selama ini, Iin telah mengembangkan berbagai produk berbahan dasar saripati sawit. Tidak hanya bolu, tetapi juga rendang sawit, brownies sawit, dodol sawit, selai sawit hingga es boba sawit.

"Semuanya bisa dibuat, tinggal bagaimana kita berkreasi," ucapnya.

Antusiasme peserta pun terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Banyak di antara mereka mengaku mendapatkan perspektif baru terhadap komoditas yang selama ini hanya dikenal sebagai bahan baku minyak goreng di dalam workshop yang digelar itu.

Mega, pelaku UMKM asal Kota Jambi, mengaku terkejut mengetahui sawit dapat diolah menjadi produk kuliner dengan cita rasa yang baik.

"Jambi ini daerah penghasil sawit yang besar, tetapi saya tidak pernah terpikir kalau sawit bisa menjadi makanan yang enak. Workshop ini membuka wawasan saya," katanya.

Hal senada juga disampaikan Nora Ziani, peserta asal Kabupaten Batanghari. Ia mengaku baru pertama kali mengenal bolu sawit dan melihat langsung proses pembuatannya.

"Ini pengalaman baru. Kami mencicipi hasil olahan sendiri dan ternyata rasanya enak. Potensi usaha dari produk seperti ini sangat besar," ujarnya.

Kuliner hasil hilirisasi produk sawit di JambiKuliner hasil hilirisasi produk sawit di Jambi Foto: Ferdi Almunanda

Nora menyebut, bahwa selaku peserta dalam workshop ini tentu menambahkan wawasan dan pengetahuan baru dalam pengelolaan sawit untuk lebih berguna dan punya nilai jual tinggi untuk bahan kuliner.

"Ini pengalaman yang luar biasa bagi kami. Ternyata sawit bisa diolah menjadi makanan yang enak dan berpeluang menjadi usaha baru. Ilmu seperti ini sangat bermanfaat, terutama bagi pelaku UMKM yang ingin terus berkembang," ujarnya.

Dia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar agar semakin banyak masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil, yang memperoleh pengetahuan tentang hilirisasi sawit. Dengan begitu, komoditas andalan daerah tersebut tidak hanya memberikan manfaat dari sektor perkebunan, tetapi juga mampu menciptakan peluang ekonomi baru melalui kreativitas dan inovasi produk olahan.

"Semoga ke depan makin banyak pelatihan seperti ini. Kami jadi lebih percaya diri untuk mencoba hal-hal baru dan mengembangkan usaha dengan memanfaatkan potensi yang ada di daerah sendiri," tuturnya.

Sejauh ini, dari sebuah ruang pelatihan di Kota Jambi, sawit kembali menunjukkan potensinya. Bukan sekadar bahan baku minyak goreng, melainkan komoditas yang mampu melahirkan kreativitas, membuka peluang usaha, dan menjadi jalan baru bagi pertumbuhan UMKM di daerah.

Sementara, dengan adanya workshop ini tentunya mendapat dukungan pula oleh Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Jambi Helmi Muhansyah.

Menurut Helmi, dengan adanya hilirisasi produk sawit maka kampanye positif tentang sawit harus diwujudkan melalui manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.

"Kami ingin masyarakat melihat bahwa sawit bukan hanya komoditas perkebunan, tetapi juga sumber inovasi dan peluang usaha," kata Helmi.

Dia menyebut pula, dengan potensi sawit yang melimpah di Jambi, hilirisasi melalui inovasi produk UMKM diyakini dapat menjadi motor penggerak ekonomi baru. Dari bolu, dodol hingga berbagai kreasi lainnya, sawit membuktikan dirinya bukan sekadar komoditas perkebunan, tetapi juga peluang usaha yang menjanjikan bagi masyarakat.

"Kita sangat berharap dari tangan-tangan kreatif pelaku UMKM, akan lahir produk-produk unggulan yang mampu bersaing dan membawa nama Jambi ke pasar yang lebih luas," pungkasnya.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads