Kapal nelayan jaring rajungan bernama KM Arof terbalik setelah dihantam gelombang tinggi di perairan utara Bagan Sekopong, Kabupaten Lampung Timur. Akibat insiden tersebut, dua anak buah kapal (ABK) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian, sementara empat lainnya selamat.
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (13/6/2026) pukul 13.00 WIB saat KM Arof yang membawa enam orang nelayan berlayar menuju Muara Kuala Penet.
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Yuni Iswandari mengatakan kapal nahas tersebut terbalik setelah diterjang ombak besar saat berada di tengah laut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"KM Arof yang mengangkut enam nelayan mengalami kecelakaan laut setelah dihantam gelombang tinggi hingga terbalik. Empat nelayan berhasil menyelamatkan diri, sementara dua lainnya masih dinyatakan hilang dan sedang dalam proses pencarian," kata Yuni, Senin (15/6/2026).
Kata dia, dua nelayan yang belum ditemukan masing-masing bernama Suarna (45), warga Cirebon, Jawa Barat, dan Tarno (50), nahkoda kapal yang juga berasal dari Cirebon. Sementara empat ABK yang berhasil selamat yakni Hendra alias Een, Sakri, Joni, dan Casdira.
Yuni menjelaskan, laporan kejadian diterima aparat kepolisian pada Minggu malam. Setelah menerima informasi tersebut, petugas langsung melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk mempercepat proses pencarian korban.
"Saat ini personel telah berkoordinasi dengan Pos Polair, Pos TNI AL Kuala Penet, serta Basarnas. Pencarian terhadap dua korban yang masih hilang dijadwalkan kembali dilakukan pada Senin pagi dengan melibatkan unsur gabungan," ujarnya.
Polda Lampung mengimbau para nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan saat melaut mengingat kondisi cuaca dan gelombang laut yang dapat berubah sewaktu-waktu.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih bersiap melakukan penyisiran di sekitar lokasi kapal terbalik guna mencari keberadaan kedua nelayan yang hilang.
(csb/csb)
