Warga Lampung Timur Temukan Bayi dalam Kantong Plastik

Lampung

Warga Lampung Timur Temukan Bayi dalam Kantong Plastik

Tommy Saputra - detikSumbagsel
Selasa, 16 Jun 2026 07:30 WIB
Ilustrasi bayi prematur
Foto: Ilustrasi bayi (Getty Images/Ratchat)
Lampung Timur -

Warga Dusun Peluasan, Desa Terbanggi Marga, Kecamatan Sukadana, Lampung Timur, digegerkan dengan penemuan seorang bayi perempuan yang diduga baru dilahirkan. Bayi tersebut ditemukan dalam kondisi hidup di dalam kantong plastik pada Senin (15/6/2026).

Bayi itu ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB di belakang sebuah salon milik warga. Saat ditemukan, bayi terbungkus handuk dan dimasukkan ke dalam kantong plastik kresek berwarna merah.

Kasatreskrim Polres Lampung Timur, AKP Stefanus Reinaldo Fajar Nuswantoro Boyoh mengatakan, bayi pertama kali ditemukan warga yang mendengar suara tangisan dari belakang rumahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seorang warga mendengar tangisan bayi dari area belakang rumah sekitar pukul 09.53 WIB. Setelah dicek, ditemukan bayi perempuan di dalam kantong plastik merah yang dibungkus pakaian lainnya," kata Stefanus, Senin (15/6/2026).

Stefanus menerangkan pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas orang tua maupun pihak yang diduga membuang bayi tersebut.

ADVERTISEMENT

"Kondisi bayi sehat dan berjenis kelamin perempuan. Saat ini kami masih melakukan pendalaman terkait identitas orang tuanya," ujar Stefanus.

Sementara itu, Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah membenarkan adanya penemuan bayi tersebut. Menurutnya, sejumlah instansi langsung bergerak memberikan penanganan.

"Dari kondisi fisiknya, bayi diduga belum lama dilahirkan. Tali pusar bayi diketahui masih menempel saat ditemukan warga," katanya.

Usai dievakuasi, bayi tersebut langsung dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.

Saat ini bayi menjalani observasi dan perawatan guna memastikan kondisi kesehatannya tetap stabil.

"Sudah ditangani. Saat ini bayi berada di RSUD untuk dilakukan observasi. Sejak ditemukan, bidan desa, puskesmas, Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan bersama-sama melakukan penanganan terbaik untuk bayi tersebut," tutup Ela.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads