Puasa Tasua 2026 Sebelum Asyura 10 Muharram: Ini Jadwal hingga Niatnya

Puasa Tasua 2026 Sebelum Asyura 10 Muharram: Ini Jadwal hingga Niatnya

Melati Putri Arsika - detikSumbagsel
Senin, 22 Jun 2026 08:00 WIB
Ilustrasi Puasa Asyura dan Tasua
Ilustrasi puasa Tasua. (Foto: magnific/Magnific)
Palembang -

Puasa Tasua termasuk salah satu ibadah sunnah setahun sekali yang bernilai pahala besar di mata Allah SWT. Ibadah ini dilaksanakan setiap tanggal 9 Muharram. Lantas, kapan puasa tersebut akan berlangsung di tahun ini?

Secara garis besar ada banyak puasa sunnah yang bisa dikerjakan pada bulan Muharram. Namun, puasa Tasua memiliki keistimewaan karena terikat dengan puasa asyura 10 Muharram. Hal itulah yang menjadikannya berbeda dengan puasa sunnah lain.

Penasaran kenapa seperti itu? Berikut ini penjelasan lengkap mulai dari pengertian puasa Tasua, jadwal, niat hingga hukum melaksanakannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengenal Puasa Tasua

Dikutip buku Fikih Puasa milik Ali Musthafa Siregar, anjuran melaksanakan puasa Tasua pada awalnya sebagai pembeda dengan puasa umat Yahudi. Sebab, tanggal 10 Muharram merupakan salah satu ibadah yang dilakukan oleh mereka.

Karena itu, diperintahkan kepada umat Islam untuk berpuasa sebelum atau sesudah 10 Muharram. Hal itulah yang membuat puasa Tasua menjadi salah satu anjuran bagi umat Islam bila ingin menjalankan puasa Asyura.

ADVERTISEMENT

Keistimewaan lain dari puasa ini karena termasuk salah satu cita-cita atau hammah yang ingin dilakukan Rasulullah SAW. Sebagaimana sabdanya dalam hadis riwayat Ibnu Abbas berikut ini:

"Andaikata aku masih hidup tahun depan, sungguh aku akan berpuasa Tasua," akan tetapi Rasulullah SAW meninggal sebelum hari Tasu'a." (HR. Muslim).

Jadwal Puasa Tasua 2026

Puasa Tasua 9 Muharram 1448 H/2026 M akan dilaksanakan pada hari Rabu, 24 Juni 2026. Penetapan ini mengacu pada penanggalan Hijriah yang dikeluarkan pemerintah melalui Menteri Agama.

Sementara Lembaga PBNU akan melaksanakan puasa Tasua pada 25 Juni 2026 karena penetapan 1 Muharram mereka jatuh pada 17 Juni 2026. Hal tersebut berbeda dari pemerintah yang menetapkan 1 Muharram 1448 H pada 16 Juni 2026.

Hukum Puasa Tasua

Seperti yang dijelaskan dalam hadis Ibnu Abbas di atas, bahwa kebolehan puasa tasua muncul karena keinginan Rasulullah SAW untuk menjalankanya. Artinya, hukum melaksanakan puasa Tasua adalah sunnah.

Bagi yang mengerjakan akan mendapat pahala, dan bila ditinggalkan maka tidak mendapatkan apa-apa. Sebagaimana dijelaskan dalam buku Fiqih Kontroversi Jilid 2: Beribadah antara Sunnah dan bidah milik H.M Anshary, para ulama sepakat dengan penetapan hukum tersebut.

Imam Syafi'i, Imam Ahmad bin Hanbal, Ishaq dan lainnya mengatakan bahwa puasa pada hari kesembilan dianjurkan atau disunnahkan bagi umat Islam. Hal ini diperkuat dengan hadis yang diriwayatkan Ibnu Abbas berikut ini:

"Selisih orang-orang Yahudi, puasalah pada hari kesembilan Muharram." Sanad hadis di atas berderajat shahih namun diriwayatkan secara mauquf karena hanya dinilai sebagai perkataan sahabat.

Niat Puasa Tasua 9 Muharram

Untuk memantapkan hati dalam menjalankan ibadah puasa sunah diperlukan niat sebagai perantaranya. Pembacaan niat Tasua dilakukan pada malam hari hingga sebelum terbitnya fajar. Berikut teks lengkapnya:

1. Niat Puasa Tasua

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma ghadin'an adâ'i sunnatit Tasû'â lillâhi ta'âlâ.

Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Tasu'a esok hari karena Allah SWT."

2. Niat Puasa Tasua Pagi Hari

Apabila lupa membaca niat puasa pada malam hari, umat Islam dapat melafalkannya saat pagi dan siang. Hal ini termasuk kebolehan dalam ibadah sunah.

Umat Islam yang mendadak ingin menjalankan puasa Tasu'a saat pagi atau siang hari boleh membaca doa ini. Asalkan belum makan, minum serta melakukan hal-hal yang membatalkan puasa semenjak terbit fajar hingga keinginan puasa muncul.

Inilah lafal niat puasa Tasu'a di pagi dan siang hari:

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i sunnati tasû'â lillâhi ta'âlâ

Artinya: "Aku berniat puasa sunah Tasu'a hari ini karena Allah SWT."

Demikian pembahasan mengenai puasa Tasua 9 Muharram 1448 H/2026 M meliputi pengertian, niat hingga hukum melaksanakannya. Semoga bermanfaat ya!

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Kiper Ali Beiranvand Tampil Kokoh, Belgia Ditahan Imbang Iran 0-0"
[Gambas:Video 20detik]
(mep/mep)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads