Gubernur Jambi Al Haris mengapresiasi penyelenggaraan Bhayangkara Presisi Job Fair dan Bazaar UMKM 2026 yang digelar Polda Jambi. Kegiatan ini dinilai menjadi langkah konkret membuka akses kerja bagi masyarakat sekaligus membantu menekan angka pengangguran dan kemiskinan di Provinsi Jambi.
Bhayangkara Presisi Job Fair dan Bazaar UMKM 2026 yang digelar Polda Jambi dilaksanakan di Lippo Mall Jambi, Senin (22/6/2026). Job fair ini menghadirkan sekitar 100 perusahaan dengan lebih dari 1.000 lowongan pekerjaan.
Al Haris mengungkapkan persoalan pengangguran masih menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama. Berdasarkan data Februari 2026, jumlah pengangguran di Provinsi Jambi masih berkisar 74 ribu orang dari total penduduk sekitar 3,8 juta jiwa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setiap tahun, sambungnya, sekitar 41 ribu lulusan baru memasuki dunia kerja sehingga kebutuhan akan lapangan pekerjaan terus meningkat.
"Pengangguran dan kemiskinan merupakan akar dari berbagai persoalan sosial. Karena itu, kegiatan seperti job fair ini sangat penting untuk membuka peluang kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Menurutnya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, hingga aparat penegak hukum agar semakin banyak kesempatan kerja yang tersedia bagi masyarakat.
Selain membuka akses pekerjaan, Al Haris menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi faktor penting. Pemerintah Provinsi Jambi, kata dia, terus mendukung berbagai program pemerintah pusat, termasuk program sekolah rakyat yang ditujukan bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrem agar memperoleh akses pendidikan yang lebih baik.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI Afriansyah Noor mengatakan kegiatan Job Fair menjadi jembatan yang mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, Polda Jambi, dan dunia usaha menjadi modal penting dalam memperluas kesempatan kerja.
Afriansyah menegaskan kebutuhan dunia industri saat ini tidak lagi hanya melihat ijazah, tetapi juga kompetensi dan sertifikasi profesi.
Karena itu, kata dia, Kementerian Ketenagakerjaan terus memperluas program pelatihan vokasi dan sertifikasi agar tenaga kerja Indonesia memiliki daya saing yang lebih baik.
"Ke depan yang dibutuhkan bukan hanya ijazah, tetapi kompetensi dan sertifikasi profesi. Ini yang terus kami dorong agar tenaga kerja kita mampu memenuhi kebutuhan industri," ujarnya.
Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno Halomoan Siregar mengatakan Bhayangkara Presisi Job Fair dan Bazaar UMKM merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
Menurutnya, Polri ingin hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui pembukaan akses lapangan kerja dan pemberdayaan ekonomi.
"Tidak hanya membuka kesempatan kerja, kami juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk mempromosikan produk unggulan mereka sehingga dapat berkembang dan memberi dampak terhadap perekonomian daerah," katanya.
Kapolda menjelaskan, job fair tahun ini diikuti sekitar 100 perusahaan dari berbagai sektor yang menyediakan 188 formasi jabatan dengan lebih dari 1.000 lowongan pekerjaan. Selain itu, sebanyak 36 pelaku UMKM turut ambil bagian memamerkan produk unggulan daerah.
Selama kegiatan berlangsung, masyarakat juga dapat memanfaatkan berbagai layanan publik yang disediakan, mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, pelayanan SIM Keliling, hingga Samsat Keliling.
(csb/csb)
