Sekolah Rakyat di Sumsel Terima 120 Siswa di Tahun Ajaran Baru

Sumatera Selatan

Sekolah Rakyat di Sumsel Terima 120 Siswa di Tahun Ajaran Baru

Welly Jasrial Tanjung - detikSumbagsel
Senin, 29 Jun 2026 05:30 WIB
Menteri Sosial Saifullah Yusuf
Foto: Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Welly Jasrial Tanjung)
Palembang -

Program Sekolah Rakyat di Sumatera Selatan resmi mulai menerima peserta didik baru pada tahun ajaran 2026/2027. Pada tahap awal, sebanyak 120 siswa diterima, terdiri dari 60 siswa jenjang Sekolah Dasar (SD) dan 60 siswa jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA).

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, Sekolah Rakyat merupakan program Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memberikan akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem agar memperoleh kesempatan pendidikan yang setara.

Menurutnya, berbeda dengan sekolah pada umumnya, Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran bagi masyarakat. Kementerian Sosial justru melakukan penjangkauan langsung terhadap calon peserta didik berdasarkan data masyarakat yang telah diverifikasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran. Kemensos yang menjangkau calon siswanya. Karena itu masyarakat harus memberikan data yang benar saat pendataan agar program ini tepat sasaran dan benar-benar bermanfaat," kata Saifullah Yusuf saat menghadiri kegiatan Open House Sekolah Rakyat di Sentra Budi Perkasa Palembang, Minggu (28/6/2026).

Syaifullah menjelaskan, kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan mampu menjadi solusi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang layak sekaligus mendukung terwujudnya generasi emas Indonesia.

ADVERTISEMENT

"Di Sumatera Selatan, pembangunan Sekolah Rakyat juga terus dilakukan. Saat ini terdapat tiga lokasi yang masih dalam tahap pembangunan, yakni satu lokasi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan dua lokasi di Kota Palembang," jelasnya.

Menurut Syaifullah, masyarakat begitu antusias terhadap program sekolah rakyat. Ditambah lagi adanya kegiatan Open House yang diikuti para orang tua dan calon siswa. Mereka diperkenalkan dengan lingkungan sekolah, fasilitas asrama, hingga sistem pembelajaran yang akan diterapkan.

"Seluruh siswa Sekolah Rakyat akan mengikuti proses belajar dengan sistem berasrama. Selain memperoleh pendidikan formal, mereka juga akan mendapatkan pembinaan karakter, kedisiplinan, serta berbagai kebutuhan penunjang pendidikan yang disediakan secara gratis oleh pemerintah," terangnya.

Melalui program ini, pemerintah berharap semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu dapat mengenyam pendidikan yang berkualitas sehingga memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat 31 Palembang, Yuni mengatakan tahun ini SD Sekolah Rakyat 31 menerima 60 siswa dengan dua rombongan belajar (Rombel).

"Mengajar siswa SD sekolah rakyat memiliki tantangan sendiri. Selain mereka belum bisa baca, tulis dan berhitung. Kita juga harus membentuk kemandirian mereka karena mereka harus tinggal di asrama," ungkapnya.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads