Herman Deru Soroti Persoalan SPMB SMA, Turunkan Inspektorat untuk Selidiki

Sumatera Selatan

Herman Deru Soroti Persoalan SPMB SMA, Turunkan Inspektorat untuk Selidiki

Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Selasa, 30 Jun 2026 08:00 WIB
Gubernur Sumsel Herman Deru
Gubernur Sumsel Herman Deru (Foto: Istimewa/Pemprov Sumsel)
Palembang -

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyoroti berbagai persoalan dugaan kecurangan hingga ratusan siswa terancam tak masuk daftar dapodik (data pokok pendidikan) pada sistem penerimaan murid baru (SPMB) tingkat SMA. Pemprov Sumsel telah menurunkan tim untuk menindaklanjutinya.

Deru menyebut, terdapat tiga sekolah di dua daerah di Sumsel yang menjadi perhatian. Inspektorat telah diminta mengecek di bawah koordinasi Sekda Sumsel.

"Saya sudah dengar permasalahan SPMB SMA, ada dua sekolah di Palembang dan satu di Lubuklinggau. Saya masih menunggu laporan dari inspektorat seperti apa. Saya juga sudah mengutus Sekda Sumsel untuk menindaklanjutinya," ujar Deru, Senin (29/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, proses pemeriksaan akan dilakukan secara objektif terhadap sekolah yang diduga melakukan pungli berdasarkan laporan dari masyarakat tersebut.

"Mudah-mudahan hasilnya objektif. Informasi dari masyarakat silakan disampaikan dengan benar, dengan data yang benar, nanti akan kita respons. Saat ini, tim Inspektorat sedang turun," katanya.

ADVERTISEMENT

Dia juga memastikan akan memberikan sanksi jika terjadi pelanggaran. Termasuk terhadap kepala sekolah yang melakukan pelanggaran.

"Kalau memang ada pelanggaran dan pelakunya ASN, tentu ada sanksinya. Kepala sekolah yang melanggar juga akan ada sanksi, baik statusnya sebagai ASN maupun dalam jabatannya," jelasnya.

"Jangan khawatir, kita sama-sama menunggu hasilnya dan nanti akan kita paparkan secara objektif. Mudah-mudahan laporan masyarakat itu juga benar, termasuk laporan dari Ombudsman Sumsel," sambungnya

Deru juga meminta Ombudsman untuk mengecek persoalan SPMB d Lubuklinggau.

"Memang menurut Ombudsman ada beberapa sekolah yang menjadi perhatian, dan saya tambahkan juga di SMAN 1 Lubuklinggau, yang lagi ramai di media sosial, saya suruh investigasi juga. Jadi berita di media sosial saja kita respons, apalagi yang disampaikan langsung oleh Ombudsman," ujarnya.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads