Pengerjaan revitalisasi pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) di Palembang molor atau dipastikan belum bisa rampung dalam waktu dekat. Lambannya pengerjaan tersebut dikeluhkan warga Palembang.
Asril Sani, warga Palembang mengatakan wisata BKB menjadi icon Palembang seharusnya menjadi atensi untuk dipercepat perbaikannya namun malah molor.
"Seharusnya wisata ini lebih cepat kalau memang direvitalisasi jadi wisatawan bisa lebih nyaman saat menikmati wisata BKB, sudah hampir satu tahun wisata BKB ditutup seng, saya berharap pemerintah konsen untuk wisata ini," katanya, Kamis (2/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi hal itu, Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan proyek tersebut akan kembali dilanjutkan pekan depan untuk tahap finishing.
"Untuk BKB mungkin dalam minggu depan mulai lanjut, dan mungkin Agustus belum bisa dibuka," katanya.
Menurut Dewa, pekerjaan konstruksi utama telah diselesaikan pada tahap pertama. Sementara pada tahun 2026 ini, pengerjaan difokuskan pada penyelesaian atau finishing kawasan.
"Kemarin sudah selesai struktur awal. Lanjut lagi di 2026, tinggal finishing-nya," ungkapnya.
Ia menegaskan penataan kawasan BKB tidak hanya mengedepankan aspek fisik, tetapi juga tetap mempertahankan nilai sejarah dan budaya yang melekat pada salah satu ikon Kota Palembang tersebut.
"Saya mengharapkan ada tumbuh-tumbuhan di sana termasuk nilai historisnya juga. Jangan sampai menyampingkan nilai-nilai budaya dan sejarah Kota Palembang dari keberadaan BKB," jelasnya.
Selain itu, Dewa meminta Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata melengkapi kawasan depan BKB dengan informasi sejarah agar masyarakat maupun wisatawan bisa lebih mengenal sejarah Kota Palembang.
"Kemarin saya sudah minta Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata untuk melengkapi informasi kiri-kanan ketika masuk BKB, baik dokumentasi foto maupun informasi sejarah Kota Palembang," tutupnya.
(dai/dai)
