Karhutla di Lahan Gambut OKI 6 Hektare Belum Padam, Asap Pekat

Sumatera Selatan

Karhutla di Lahan Gambut OKI 6 Hektare Belum Padam, Asap Pekat

Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Jumat, 03 Jul 2026 11:00 WIB
Manggala Agni upayakan pemadaman di OKI.
Manggala Agni upayakan pemadaman di OKI. (Foto: Manggala Agni)
OKI -

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Lahan yang terbakar seluas 6 hektare. Upaya pemadaman masih terus diupayakan karena belum padam sejak terbakar, Kamis (2/7/2026).

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan Wilayah Sumatera Ferdian Kristanto mengatakan karhutla itu terjadi di lahan gambut di Desa Sumber Hidup, Kecamatan Pedamaran Timur, OKI.

"Kebakaran di Pedamaran terjadi di lahan gambut seluas 6 hektare, kondisi angin berubah-ubah arah dan asap cukup pekat. Status Api belum padam, dibutuhkan pemadaman lanjutan," ujar Ferdian, Jumat (3/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menyebut kebakaran pertama kali terdeteksi melalui patroli udara. Setelah lokasi dipastikan, tim gabungan langsung diterjunkan untuk melakukan pemadaman.

"Kebakaran itu terjadi di lahan masyarakat. Penambahan personel kita lakukan pagi ini untuk mempercepat penanganan. Tim Manggala Agni di lokasi kini menjadi 45 personel," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, upaya pemadaman melibatkan 11 personel Manggala Agni Daops Sumatera XVII/OKI, 60 personel Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT PSM, dua personel Polsek Pedamaran Timur, tiga personel TNI, dan tiga anggota masyarakat peduli api (MPA).

Berdasarkan hasil laporan yang diterima, dari karhutla seluas 6 hektare, petugas baru berhasil memadamkan api di area sekitar 1 hektare. Vegetasi yang terbakar didominasi semak belukar, belidang, tegakan gelam, dan pakis, yang mudah terbakar.

Untuk mempercepat penanganan, pemadaman juga dilakukan oleh helikopter water bombing. Hari ini, satgas udara juga akan dikerahkan untuk penanganan karhutla di lokasi tersebut.

Manggala Agni mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar karena kondisi musim kemarau membuat lahan mudah terbakar dan sulit dipadamkan. Warga juga diminta melaporkan jika menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads