Pemadaman Karhutla Hari ke-3 di Lahan Gambut OKI, Baru 4 Hektare Padam

Sumatera Selatan

Pemadaman Karhutla Hari ke-3 di Lahan Gambut OKI, Baru 4 Hektare Padam

Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Sabtu, 04 Jul 2026 10:00 WIB
Karhutla yang terjadi di Pedamaran Timur.
Karhutla yang terjadi di Pedamaran Timur. (Foto: Istimewa/BPBD Sumsel)
Jakarta -

Upaya pemadaman lanjutan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sumber Hidup, Kecamatan Pedamaran Timur, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, memasuki hari ketiga. Tim gabungan masih berjibaku memadamkan api yang membakar lahan gambut sekitar 6 hektare.

Proses pemadaman dilakukan secara terpadu melalui jalur darat dengan personel gabungan, serta jalur udara menggunakan helikopter water bombing untuk mempercepat pendinginan di titik-titik api yang masih aktif dan mencegah meluasnya kebakaran.

"Karhutla di Pedamaran Timur, OKI, belum clear dan harus dituntaskan. Personel Manggala Agni masih full team tiga regu biar cepat tuntas pada hari ini," ujar Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto, Sabtu (4/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hingga pemadaman Jumat (3/7) sore, dilaporkan jika kondisi asap mulai menipis. Tidak sepekat awal terjadi karhutla.

Upaya pemadaman difokuskan pada pemadaman titik api yang masih tersisa, sekaligus pembasahan menyeluruh pada lahan gambut agar api tidak kembali muncul.

ADVERTISEMENT

Sementara itu Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman menambahkan dua helikopter water bombing dikerahkan untuk pemadaman di hari pertama dan kedua karhutla.

"Upaya pemadaman terus dilakukan hingga hari ketiga melalui jalur darat dan udara. Helikopter water bombing dikerahkan untuk membantu mempercepat proses pemadaman," ujarnya.

Total, dua helikopter yang dikerahkan melakukan water bombing melakukan 73 kali penyiraman atau menumpahkan sebanyak 292 ribu liter air. Hingga akhir pemadaman, kondisi wilayah tersebut masih berasap.

"Dari luas 6 hektare yang terbakar, berhasil dipadamkan 4 hektare. Proses pemadaman dengan helikopter water bombing juga akan dilakukan jika masih terdapat potensi api meluas," tukasnya.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads