Viral Warga Lampung Timur Tambal Jalan Rusak Pakai Cangkang Kerang

Lampung

Viral Warga Lampung Timur Tambal Jalan Rusak Pakai Cangkang Kerang

Tommy Saputra - detikSumbagsel
Selasa, 07 Jul 2026 15:01 WIB
Tangkap layar video warga Lampung Timur memperbaiki jalan dengan cangkang kerang
Foto: Tangkap layar video warga Lampung Timur memperbaiki jalan dengan cangkang kerang (Dok. Istimewa/Tangkap Layar)
Lampung Timur -

Warga Desa Srigading, Kecamatan Sribawono, Kabupaten Lampung Timur, punya cara unik memperbaiki jalan rusak di wilayahnya. Mereka bergotong royong menutup jalan berlubang menggunakan cangkang kerang sebagai solusi sementara sambil menunggu perbaikan dari pemerintah.

Aksi tersebut viral setelah videonya beredar di media sosial. Dalam rekaman itu, terlihat warga bersama-sama menurunkan muatan cangkang kerang dari sebuah truk, lalu menyebarkannya ke badan jalan yang masih berupa onderlagh dan dipenuhi batu-batu tajam.

Salah seorang warga, Lia Esyantri, mengatakan penggunaan cangkang kerang dipilih karena kondisi jalan di desanya masih banyak yang belum diaspal. Menurutnya, batu-batu tajam di jalan tersebut kerap menyebabkan ban sepeda motor bocor dan membahayakan pengendara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jalan di sini masih onderlagh. Batu-batunya tajam, kalau dilewati motor sering bikin ban bocor. Kalau ditutup pakai kulit kerang lebih aman. Lama-lama kulit kerangnya hancur dan permukaannya jadi lebih halus," kata, Selasa (7/7/2026).

Lia menjelaskan, kegiatan menimbun jalan menggunakan cangkang kerang telah berlangsung sekitar satu bulan terakhir. Sedikitnya ada 12 dusun yang memanfaatkan limbah tersebut untuk menutup ruas jalan yang berlubang.

ADVERTISEMENT

"Sudah sekitar sebulan ini dikerjakan. Ada sekitar 12 dusun yang jalannya dilapisi kulit kerang karena memang banyak yang masih berlubang," ujarnya.

Menurut Lia, cangkang kerang diperoleh secara cuma-cuma dari warga yang bekerja sebagai buruh pengupas kerang. Limbah tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai material penutup jalan sehingga warga tidak perlu mengeluarkan biaya.

"Kulit kerangnya dapat gratis dari warga yang bekerja mengupas kerang. Jadi memang dimanfaatkan untuk menutup jalan," ungkapnya.

Perbaikan dilakukan secara swadaya melalui gotong royong warga. Mereka bergiliran menutup jalan rusak sembari berharap pemerintah segera melakukan pengaspalan.

"Kami gotong royong bergantian. Sambil menunggu pemerintah mengaspal, karena memang ada beberapa jalan yang sudah diaspal, mungkin dilakukan secara bertahap," katanya.

Warga lainnya, Yani, mengaku jalan yang ditutup cangkang kerang kini terasa lebih nyaman dilalui dibanding sebelumnya. Menurutnya, lapisan cangkang kerang mampu mengurangi permukaan jalan yang dipenuhi batu tajam.

"Pokoknya setiap gang yang jalannya banyak lubang ditutupi pakai kulit kerang. Lumayan bagus, jadi lebih halus daripada batu-batu tajam," ujar Yani.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads