Harga cabai rawit merah di Palembang, Sumatera Selatan, terus mengalami lonjakan dalam beberapa pekan terakhir. Para pedagang di sejumlah pasar kini menjual komoditas tersebut di kisaran Rp 62 ribu-Rp 65 ribu per kilogram. Harga itu naik dibandingkan beberapa hari sebelumnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel Ruzuan Efendi mengatakan kenaikan harga cabai rawit merah terjadi akibat penurunan pasokan dari wilayah sentra produksi di Jawa.
"Informasi dari Jakabaring (pasar induk), pasokan cabai rawit merah berkurang karena ada daerah sentra produksi yang mengalami banjir," ujar Ruzuan, Minggu (1/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menyebut, menurunnya pasokan itu membuat harga di pasar dalam dua pekan terakhir mengalami kenaikan. Sebelumnya, harga cabai rawit merah sempat normal Rp 40 ribu, seusai mengalami kenaikan pada momen Natal dan Tahun Baru 2026.
"Akibat banjir di wilayah sentra itu, panen menjadi berkurang sehingga distribusi ke wilayah kita juga mengalami penurunan," tambahnya.
Meski mengalami penurunan pasokan, dia memastikan pemenuhan kebutuhan bahan pangan tersebut masih mencukupi. Tidak terjadi kelangkaan bahan pangan. Hanya saja, para pedagang mulai mengeluhkan penurunan penjualan.
"Kalau harga naik biasanya masyarakat mengurangi pembelian. Yang biasa beli 1 kg, mungkin jadi 1/2 kg," katanya.
Sementara untuk cabai merah keriting, hasil pemantauan harga pasar masih dijual Rp 30 ribu per kg. Harga komoditas ini bertahan cukup lama di tingkat pasar. Untuk bawang merah dan putih, rata-rata pedagang menjual dengan harga Rp 40 ribu per kg
Sedangkan bahan pangan lain masih dijual dengan harga normal. Seperti daging sapi dijual Rp 140 ribu-Rp 150 ribu per kg, ayam Rp 37 ribu per kg, telur Rp 27 ribu per kg, dan lainnya.
(csb/csb)
