Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami inflasi sebesar 0,05 persen pada Januari 2026. Sejumlah komoditas pangan dan logam mulia tercatat menjadi penyumbang utama kenaikan harga pada awal tahun 2026.
Berdasarkan rilis Berita Resmi Statistik (BRS), Senin (2/2/2026), inflasi bulanan di Sumsel didorong oleh naiknya harga emas, tomat, bawang putih, serta kacang panjang.
Statistisi Ahli Madya Statistik Distribusi BPS Sumsel, Tituk Indrawati, mengatakan bahwa meskipun inflasi bulanannya relatif rendah, inflasi tahunan atau year on year justru tercatat cukup tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada bulan Januari 2026 ini kita mengalami inflasi sebesar 0,05 persen. Komoditas utama penyumbangnya adalah emas, tomat, bawang putih, dan kacang panjang," ujarnya.
Tituk menjelaskan, inflasi year on year Sumatera Selatan mencapai 3,33 persen. Tingginya angka tersebut dipengaruhi oleh kebijakan diskon tarif listrik yang berlaku pada Januari hingga Februari 2025, sehingga berdampak pada perbandingan harga tahunan.
"Untuk inflasi tahun ke tahun itu cukup tinggi, yakni 3,33 persen. Ini dikarenakan pada Januari hingga Februari 2025 adanya diskon tarif listrik," jelasnya.
Selain tarif listrik, beberapa komoditas lain juga turut memberikan andil inflasi tahunan, di antaranya perhiasan emas, beras, dan daging ayam ras.
Berdasarkan wilayah, inflasi antar kota year on year tertinggi terjadi di Kota Lubuk Linggau dengan angka 3,37 persen. Sementara itu, inflasi terendah tercatat di Kabupaten Muara Enim.
"Inflasi antar kota year on year terbesar ada di Lubuk Linggau sebesar 3,37 persen dan terendah di Muara Enim," katanya
Ia juga menambahkan bahwa pola komoditas penyumbang inflasi relatif seragam di hampir seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.
"Komoditas penyumbang andil inflasi terbesar pertama adalah emas, kedua tomat, dan ketiga bawang putih. Hampir di setiap daerah di Sumatera Selatan itu sama," pungkasnya.
Artikel ini ditulis oleh Rika Amelia Peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker BeritaKlik.com
(dai/dai)
