Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumatera Selatan memperketat pengendalian inflasi menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026. Sejumlah langkah disiapkan untuk memastikan harga pangan tetap stabil dan daya beli masyarakat terjaga.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumatera Selatan, Bambang Pramono mengatakan pengendalian inflasi terus diperkuat melalui strategi 4K, yakni keterjangkauan harga,ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi,serta komunikasi yang efektif.
"TPID Sumsel terus memperkuat koordinasi dan sinergi melalui strategi 4K. Ini dilakukan lewat berbagai langkah kongkret untuk menjaga stabilitas harga pangan," kata Bambang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk menjaga keterjangkauan harga, TPID Sumsel telah menggencarkan operasi pasar murah dan gerakan pangan murah di sejumlah wilayah. Selain itu, koordinasi pendistribusian beras SPHP juga dilakukan secara intensif bersama Perum Bulog.
"TPID Sumsel juga mendorong penyaluran komoditas pangan dengan harga terjangkau melalui jaringan Toko KePo (Kebutuhan Pokok), RPK (Rumah Pangan Kita), hingga Toko Penyeimbang milik Perumda Pasar Palembang Jaya," ujarnya.
Di sisi pengawasan, pemantauan harga dan stok di pasar dilakukan secara rutin. Termasuk melalui inspeksi mendadak ke pasar, distributor dan produsen untuk memastikan harga tetap sesuai HET serta ketersediaan pasokan mencukupi.
Sementara untuk memperkuat pasokan, pada kuartal I 2026 TPID Sumsel juga telah melaksanakan panen raya jagung serentak di sejumlah kabupaten dan kota.
"Total luas lahan tanam tercatat lebih dari 270 hektar dengan estimasi hasil panen 3-6 ton per hektare," katanya.
Panen raya yang diperkirakan berlangsung hingga April 2026 itu diharapkan dapat menjaga stabilitas pasokan jagung sekaligus menahan gejolak harga komoditas terkait seperti telur dan daging ayam selama periode hari besar keagamaan nasional (HKBN) Idulfitri.
"Selain itu, TPID Sumsel juga mendukung kelancaran distribusi pangan melalui pemberian subsidi harga dan ongkos angkut agar suplai pangan tetap lancar dan harga lebih terkendali," katanya.
(dai/dai)
