Bank Indonesia Sumsel Targetkan QRIS Masuk Sektor Wisata dan Pesantren

Sumatera Selatan

Bank Indonesia Sumsel Targetkan QRIS Masuk Sektor Wisata dan Pesantren

Welly Jasrial Tanjung - detikSumbagsel
Sabtu, 27 Jun 2026 12:31 WIB
Kepala Kantor BI Sumsel saat pembukaan Gemilang Palembang Raya
Foto: Kepala Kantor BI Sumsel saat pembukaan Gemilang Palembang Raya (Welly Jasrial Tanjung)
Palembang -

Nilai transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Sumatera Selatan terus menunjukkan tren positif. Hingga Mei 2026, nilai transaksi QRIS di provinsi tersebut mencapai hampir Rp 14 triliun.

Melihat capaian itu, Bank Indonesia (BI) kini memperluas penggunaan QRIS dengan menyasar sektor pariwisata hingga pondok pesantren.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan Bambang Pramono mengatakan penggunaan QRIS di Sumsel terus mengalami pertumbuhan yang signifikan. Selain nilai transaksi yang meningkat, jumlah pengguna dan merchant juga terus bertambah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hingga Mei 2026, nominal transaksi QRIS telah mencapai hampir Rp 14 triliun dengan lebih dari 1,23 juta merchant. Sementara per April 2026, jumlah pengguna QRIS di Sumatera Selatan mencapai 1,57 juta orang," kata Bambang, Jumat (26/6/2026).

Menurut Bambang, capaian tersebut menunjukkan masyarakat Sumatera Selatan semakin percaya dan nyaman menggunakan sistem pembayaran digital dalam berbagai aktivitas sehari-hari.

ADVERTISEMENT

"Capaian tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Sumatera Selatan semakin percaya dan nyaman memanfaatkan pembayaran digital dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Bambang menjelaskan, BI bersama Pemerintah Kota Palembang terus memperkuat digitalisasi pembayaran, salah satunya melalui kolaborasi penyelenggaraan Gemilang Palembang Raya x Digital Kito Galo 2026.

"Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya mendorong transaksi non-tunai sekaligus mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi daerah," ujarnya.

Mengusung tema Transaksi Digital Inklusif, Wujudkan Ekonomi Sumsel yang Produktif, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperluas penggunaan QRIS, khususnya di kawasan wisata dan pelaku UMKM yang menjadi penopang perekonomian daerah.

"Selain itu, BI juga memperluas implementasi QRIS ke lingkungan pondok pesantren. Hal itu ditandai dengan penandatanganan komitmen penerapan QRIS di pondok pesantren se-Sumatera Selatan yang dilakukan pada pembukaan kegiatan tersebut,"katanya.

Tak hanya menyasar pesantren, BI juga menggandeng dunia pendidikan melalui penandatanganan komitmen integrasi materi kebanksentralan, digitalisasi pembayaran, serta Cinta Bangga Paham Rupiah ke dalam kurikulum SMA dan SMK di Sumatera Selatan.

Melalui berbagai langkah tersebut, BI berharap literasi masyarakat terhadap sistem pembayaran digital terus meningkat, sekaligus memperluas akseptasi QRIS di berbagai sektor.

"Digitalisasi pembayaran juga diharapkan mampu memperkuat UMKM, mendukung sektor pariwisata, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan yang lebih inklusif dan berdaya saing," pungkasnya.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads