Sumatera Selatan (Sumsel) masuk dalam empat provinsi dengan inflasi tahunan atau year on year (yoy) terendah di Indonesia pada Juni 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Sumsel sebesar 2,89 persen, lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 3,44 persen.
Kepala BPS Sumsel Moh Wahyu Yulianto mengatakan, secara month to month (mtm) inflasi Sumsel juga menunjukkan tren penurunan menjadi 0,36 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di kisaran 0,6 persen.
"Inflasi kita relatif lebih rendah dibandingkan nasional. Memang ada tren di Sumatera Selatan yang menurun, dari sekitar 0,6 persen menjadi 0,3 persen. Secara year on year kita juga berada di empat terbawah secara nasional," kata Wahyu, Rabu (1/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Wahyu, ada sejumlah faktor yang memengaruhi pergerakan inflasi di Sumsel. Selain penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) dan dampak fenomena El Nino, penurunan harga daging ayam ras dan telur ayam ras turut menahan laju inflasi.
Wahyu menjelaskan, berdasarkan pemantauan BPS selama dua pekan terakhir, pasokan pangan di sejumlah pasar dalam kondisi melimpah. Di sisi lain, permintaan untuk kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengalami penurunan sehingga harga kedua komoditas tersebut ikut melandai.
"Pasokan pangan di pasar terpantau melimpah. Sementara permintaan untuk keperluan MBG sedang sedikit berkurang, sehingga harga daging ayam ras dan telur ayam ras mengalami penurunan," ujarnya.
Meski belum menghitung besaran kontribusi MBG terhadap inflasi secara spesifik, BPS menilai program tersebut memengaruhi dinamika permintaan komoditas pangan.
"Kalau sebelumnya ada MBG berarti permintaannya bertambah. Ketika permintaan mulai berkurang sementara pasokan tetap banyak, harga ikut turun. Itu menjadi salah satu faktor yang memengaruhi inflasi," jelasnya.
Selain itu, penyesuaian harga BBM juga ikut memengaruhi inflasi. Dalam kebijakan terbaru, harga solar untuk kelompok tertentu mengalami penurunan, sementara harga Pertamax justru mengalami kenaikan.
Di sisi lain, fenomena El Nino mulai memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi dan distribusi sejumlah komoditas.
(dai/dai)
