Pedagang cabai di Lubuklinggau, Sumatera Selatan bernama Juki menjadi korban pencurian. Tas berisi uang sebesar Rp 35 juta miliknya dicuri oleh pelaku yang berpura-pura berbelanja di lapaknya. Pelaku sempat terekam kamera CCTV sebelum beraksi.
Kejadian tersebut terjadi di Pasar Bukit Sulap, Kelurahan Lubaklinggau Utara II, Lubuklinggau, Sumatera Selatan pada Selasa (27/1/2026) sekitar pukul 08.30 WIB.
Anak korban bernama Wandri mengatakan awalnya pelaku yang berjumlah satu orang datang ke lapak milik korban dan berpura-pura hendak membeli cabai dan tomat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari rekaman CCTV, terlihat pelaku mendatangi lapak korban dengan menggunakan helm berwarna hitam, jaket berwarna biru, dan memakai masker.
"Pas datang itu pelaku langsung ngobrol sama bapak di dalam gudang dan bilang mau pesan cabai merah, cabai rawit, dan tomat masing-masing sebanyak 57 kg," katanya, Rabu (28/1/2026).
Setelah dilakukan kesepakatan, korban pun membuat nota pembayaran dengan total sebesar Rp 3 juta. Pelaku kemudian izin pergi sebentar dengan alasan mau mengambil uang di ATM serta menghubungi keluarganya.
"Pas pergi itu dia gak balik lagi, setelah itu bapak baru sadar uang di dalam tas di bawah gulungan tikar itu udah hilang. Di dalamnya berisi uang Rp 35 juta," ungkapnya.
Saat korban memeriksa rekaman CCTV yang ada di area depan lapaknya, sambungnya, terlihat hanya pelaku yang masuk ke dalam gudang selama waktu kejadian.
"Di rekaman CCTV itu jelas dari awal sampai kejadian, hanya pelaku yang masuk ke dalam kamar gudang," ucapnya.
Akibat kejadian tersebut, kata Wandri, korban mengalami syok hingga tidak berani berjualan untuk sementara waktu. Ia mengatakan uang yang dicuri tersebut rencananya akan digunakan untuk membayar stok cabai kepada para petani.
Hak tersebut dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Lubuklinggau AKP M Kurniawan Azwar. Ia mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan terhadap laporan pencurian tersebut.
"Benar, korban sudah melapor ke Polres Lubuklinggau. Anggota sudah melakukan olah TKP dan saat ini masih dilakukan penyelidikan," ujarnya.
(dai/dai)