Wanita selingkuhan menantu di Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, yang menggelapkan uang mertuanya Rp 4,7 miliar berinisial CL mengakui menerima uang dan barang dari pelaku SU. Saat ini, pelaku SU alias A sudah diperiksa polisi.
"Selain ikut pesta foya-foya di Bali, wanita (selingkuhan SU) ini juga mengakui kalau dirinya sudah menerima uang transferan dari tersangka. Begitu juga dengan barang-barang mewah yang diberikan tersangka, dia (CL) juga mengakuinya," ujar putri sulung korban, Neni Putri.
Sementara itu, Kasat Reskrim Kepahiang Iptu Bintang Yudha Gama mengatakan dalam kasus ini sejumlah pihak ikut diperiksa atas dugaan penggelapan uang yang nilainya cukup fantastis ini. Termasuk CL, selaku pihak terkait yang diduga berperan sebagai wanita simpanan tersangka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perempuan teman dekat terduga pelaku ini kita mintai keterangannya, kita juga mendalami dari keterangan dan pengakuan terduga pelaku untuk mengetahui modus serta motif melakukan penggelapan uang transaksi kopi ini, karena tidak hanya sekali," katanya, Rabu (15/4/2026).
Bintang menjelaskan bahwa pihaknya sedang melakukan tracking aset hingga print rekening koran milik SU. Hal itu untuk mengetahui arah aliran dana penggelapan uang transaksi kopi milik pelapor ini.
Selain pelaku, kata dia, pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti seperti handphone, laptop, sepatu dan sejumlah barang branded lainnya.
"Dari pengakuannya SU, uang tersebut dibelikan sejumlah barang yang juga sudah ikut kita amankan. Seperti HP, laptop, sepatu dan barang-barang dengan harga mahal lainnya. Kemudian kita akan melakukan trakcing aset milik tersangka, melakukan penelusuran rekening koran dan lainnya untuk mengetahui kemana aliran dana ini mengalir," jelasnya.
Diketahui, tersangka SU yang diamankan oleh Satreskrim Polres Kepahiang merupakan orang yang dipercayakan untuk mengelola bisnis kopi milik pelapor.
Terakhir, saat pelapor menyuruh tersangka mengirimkan kopi sebanyak 34.400 kg kepada pembeli dengan jumlah Rp 2.029.600.000. Namun dari laporannya, pengiriman kopi ini sama sekali belum ada pembayaran.
Terungkap, saat dikonfirmasi oleh pelapor kepada pembeli, semua uang pembelian kopi tersebut sudah dibayarkan secara penuh. Karena curiga dengan gelagat sang menantu, pelapor akhirnya menyerahkan permasalahan tersebut kepada kepolisian jajaran Polres Kepahiang.
(csb/csb)