3 Pria Adang dan Bawa Kabur Pikap Pengangkut Barang Bekas di Musi Rawas

Sumatera Selatan

3 Pria Adang dan Bawa Kabur Pikap Pengangkut Barang Bekas di Musi Rawas

M Rizky Pratama - detikSumbagsel
Jumat, 12 Jun 2026 20:01 WIB
Ilustrasi Begal, Rampok, Jambret. Andhika Akbarayansyah/infografis.
Foto: Ilustrasi begal (Andhika Akbarayansyah)
Musi Rawas -

Satu unit pikap milik pengusaha barang bekas di Lubuklinggau, Sumatera Selatan, diadang tiga orang diduga komplotan begal di Musi Rawas. Saat kejadian, ketiganya mengaku hendak membawa pikap tersebut ke kantor polisi.

Pemilik pikap, Melisa, menyebut peristiwa itu terjadi di wilayah Desa Q, Kecamatan Tugu Mulyo, Musi Rawas, Sumatera Selatan, pada Selasa (9/6/2026) siang hari. Saat kejadian, pikap itu tengah dikendarai oleh pegawainya.

Namun di tengah perjalanan, satu unit mobil Avanza menghentikannya dengan cara mengadang pikap tersebut. Lalu tiga orang pria turun dari Avanza tersebut dan mengaku akan membawa pikap tersebut ke kantor polisi karena ada bermasalah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Para pelaku itu bilang kalau mobil pikap itu bermasalah dan harus dibawa ke Polres Musi Rawas. Pas pegawai saya menghubungi menghubungi saya untuk meminta penjelasan, pelaku itu langsung melarang dan merampas HP mereka. Karena takut jadi mereka ngikutin kehendak pelaku itu," katanya, Jumat (12/6/2026).

Kata Melisa, salah satu pelaku ikut masuk di dalam mobil pikap, sementara dua pelaku lainnya mengawal dari belakang menggunakan mobil Avanza. Saat melintas di depan Polres Musi Rawas, para pelaku tidak berhenti dan terus melaju menuju ke Kota Lubuklinggau.

ADVERTISEMENT

"Setelah di jalan sepi dekat TPA dan SPBU Nanan, salah satu pelaku mengaku hendak buang air kecil dan menyuruh pegawai saya mengambil HP untuk menghubungi saya. Akhirnya dua pegawai saya disuruh turun untuk nelpon saya. Sementara satu pegawai lainnya masih berada di dalam mobil pikap bersama pelaku," ungkapnya.

Ketika dua pegawai tersebut sedang berusaha menghubungi Melisa, pelaku tiba-tiba menendang pegawai yang berada di dalam mobil pikap hingga terjatuh ke jalan. Setelah itu, pelaku langsung membawa kabur kendaraan tersebut.

"Bahkan pas kabur itu, dua pegawai yang berdiri di depan mobil pikap itu nyaris tertabrak," bebernya.

Melisa mengatakan tidak mengetahui apakah para pelaku tersebut mengaku sebagai debt collector ataupun pihak berwajib saat melakukan aksinya karena mereka tidak menunjukkan identitas apapun.

"Harusnya kalau memang ada masalah terkait kondisi atau surat mobil itu telepon kami dulu. Mereka tidak menunjukkan identitas apa pun dan langsung merebut paksa mobil itu," ujarnya.

Melisa berharap agar para pelaku segera ditangkap dan mobil pikap miliknya dapat kembali lagi.

Sementara itu, Kanit Pidum Satreskrim Polres Musi Rawas Ipda Nofrianto mengaku belum menerima laporan terkait aksi pembegalan tersebut.

"Belum ada laporan terkait peristiwa itu, namun nanti akan kami dalami terkait informasi tersebut," tuturnya.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads