Seorang ibu rumah tangga di Palembang menjadi korban penipuan dan penggelapan oleh kenalannya. Korban bernama Fitriyanti (39) menyerahkan emas senilai Rp 15,4 juta usai ditipu modus tambahan modal usaha membuka dapur MBG.
Korban melapor ke polisi ditemani kakaknya, Nasrul. Dia menyerahkan satu suku emas miliknya karena terlapor, OS, menjanjikan dirinya bisa bekerja di dapur MBG tersebut.
OS diketahui merupakan kenalan korban yang merupakan pemilik dapur MBG di Jalan Macan Kumbang XI Kecamatan IB I, Palembang. Saat itu, pelapor bersama rekannya sedang melakukan kegiatan bersih-bersih di dapur tersebut. Terlapor kemudian mengeluhkan kondisi dapur yang masih membutuhkan tambahan dana operasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Awalnya terlapor meminjam uang kepada saya. Namun karena tidak memiliki uang, saya tidak bisa membantu," ungkapnya.
Tidak berhenti sampai di situ, terlapor kemudian meminjam emas korban dengan alasan membutuhkan dana tambahan dan berjanji akan segera mengembalikannya.
"Terlapor janji akan mengembalikan emas korban tidak lama," ujarnya.
Merasa percaya, korban meminjam kalung emas milik adik sepupunya untuk diserahkan kepada terlapor. Emas tersebut disebut memiliki berat 6,7 gram atau sekitar satu suku.
Saat menerima emas tersebut, terlapor berjanji akan mengembalikannya paling lambat pada 28 Februari 2026. Namun setelah tanggal yang dijanjikan berlalu, emas tersebut tak kunjung dikembalikan. Setiap kali ditagih, terlapor disebut selalu memberikan alasan bahwa dana insentif yang ditunggu belum cair.
"Setiap saya menagih emas kepada terlapor, terlapor selalu menghindar," katanya.
Karena hingga saat ini tidak ada itikad baik, korban pun memilih jalur hukum untuk melaporkan terlapor ke Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang. Berharap hal ini dapat diproses secara hukum.
Sementara itu, Pamapta Ipda Tamia Ramadhany membenarkan adanya laporan korban yang menjadi korban penipuan dan penggelapan.
"Laporan sudah diterima dan segera kami serahkan ke Satreskrim Polrestabes Palembang untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut," ujarnya.
(dai/dai)
