Empat Lawang - Pemuda di Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, berinisial A (18), tewas setelah ditusuk orang tak dikenal (OTK) saat hendak mengantarkan ayam jago miliknya kepada pembeli. Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan terkait pembunuhan itu.
Korban sebelumnya sempat mendapat pertolongan medis dan dirujuk ke rumah sakit. Namun, nyawanya tidak tertolong saat dalam perjalanan menuju RSUD Tebing Tinggi.
Peristiwa yang dialami korban terjadi di Desa Batu Bidung, Kecamatan Ulu Musi, Senin (6/7) sekitar pukul 15.30 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasi Humas Polres Empat Lawang Iptu Ariyanto mengatakan sebelum kejadian korban berangkat bersama rekannya berinisial D menggunakan motor. Keduanya hendak menjual ayam jago ke wilayah Desa Lubuk Puding dan Desa Batu Bidung.
"Di tengah perjalanan, mereka diduga diadang seorang pria tak dikenal yang membawa senjata tajam. Karena panik, keduanya berusaha menyelamatkan diri dengan berpencar," katanya dari keterangan resmi yang diterima detikSumbagsel, Rabu (8/7/2026).
Saat itu, lanjut Ariyanto, D berhasil melarikan diri hingga mencapai rumah warga dan mendapat perlindungan. Sementara A dikejar pelaku hingga akhirnya mengalami luka tusuk di bagian dada sebelah kiri.
Kemudian sekitar pukul 15.30 WIB, seorang warga mengantarkan korban ke rumah keluarganya di Desa Puntang dalam kondisi bersimbah darah akibat luka tusuk tersebut. Setelah mendapat pertolongan awal, korban dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.
"Karena kondisi luka cukup parah dan tidak dapat ditangani di puskesmas, korban kemudian dirujuk ke RSUD Tebing Tinggi. Namun, dalam perjalanan korban dinyatakan meninggal dunia," ungkapnya.
Kata Ariyanto, keluarga korban telah membuat laporan ke Polsek Ulu Musi. Setelah menerima laporan, polisi langsung melakukan serangkaian langkah awal penyelidikan.
"Polsek Ulu Musi telah mendatangi lokasi rumah duka, berkoordinasi dengan tenaga medis dari Puskesmas Ulu Musi untuk melakukan pemeriksaan terhadap korban, dan memberikan imbauan kepada keluarga dan masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, serta tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi," ungkapnya.
(csb/csb)
