Polda Sumsel menindaklanjuti laporan dugaan kekerasan terhadap seorang santri berinisial RFA alias A, yang diduga menjadi korban kekerasan oleh seorang pengajar atau ustaz di salah satu pesantren di kawasan Jakabaring, Kecamatan Rambutan, Banyuasin.
Direktur Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO) Polda Sumsel Kombes Andes Purwanti mengatakan pihaknya sudah melakukan pengecekan di lokasi.
"Melakukan permintaan keterangan awal terhadap pelapor dan korban. Telah melakukan pengecekan TKP dan telah dilakukan VER (Visum et Repertum di RS Bhayangkara Palembang dan masih menunggu hasilnya," katanya dari keterangan resmi yang diterima, Minggu (9/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andes menjelaskan, selanjutnya penyidik akan melakukan pemanggilan terhadap beberapa saksi dilokasi kejadian untuk dimintai keterangan. Namun ia belum dapat menjelaskan kapan pemanggilan tersebut akan dilakukan, sebab masih menunggu informasi dari tim penyidik.
"Melakukan pemanggilan terhadap saksi-saksi yaitu para santri yang diduga melihat kejadian tersebut dan para ustaz, serta ustaz kepala pondok pesantren. Nanti ibu konfirmasi dengan penyidik (terkait waktunya)," tulisnya.
Polisi juga berkoordinasi dengan UPTD PPA untuk memberikan pendampingan kepada korban. Pendampingan tersebut mencakup pemeriksaan kondisi psikologis korban.
"Saya sudah koordinasi dengan UPTD PPA untuk pendampingan korban, termasuk pemeriksaan psikologi," ujarnya.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi korban mendapat pendampingan, terutama setelah adanya dugaan kekerasan yang dialaminya. Penyidik masih mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak. Polisi juga akan mendalami rekaman video yang dibuat keluarga korban dan beredar di media sosial.
Sebelumnya, video seorang santri dengan kondisi mata lebam viral di media sosial. Dalam video tersebut, ayah korban mengungkap anaknya diduga menjadi korban kekerasan oleh seorang pengajar atau ustaz di salah satu pesantren kawasan Jakabaring, Kecamatan Rambutan, Banyuasin, Sumatera Selatan.
Dalam video yang beredar, terlihat mata korban dibagian kanan merah. Sang ayah juga merekam pertemuannya dengan pria yang disebut sebagai orang yang diduga melakukan kekerasan terhadap anaknya.
Informasi yang diperoleh, korban merupakan santri berinisial RFA alias A. Peristiwa dugaan kekerasan itu terjadi pada Sabtu (1/8/2026) sore saat pesantren tengah menggelar kegiatan tasyakuran.
