Cerita Warga Aceh Rumah Hilang Disapu Banjir Kini Nyaman Tinggal di Huntara

Aceh

Cerita Warga Aceh Rumah Hilang Disapu Banjir Kini Nyaman Tinggal di Huntara

Agus Setyadi - detikSumut
Rabu, 25 Feb 2026 02:31 WIB
Huntara Kementerian PU di Desa Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara (Agus Setyadi/BeritaKlik)
Foto: Huntara Kementerian PU di Desa Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara (Agus Setyadi/BeritaKlik)
Aceh Utara -

Wani Safrianti bersantai di depan salah satu blok hunian sementara (Huntara) di Desa Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara bersama empat perempuan lainnya. Dia sudah 20 hari menempati tempat itu pasca rumahnya hilang disapu banjir.

Wani berkisah pasca banjir melanda kampungnya akhir November 2025 silam, dia bersama keluarganya terpaksa tinggal di tenda pengungsian. Selama 1,5 bulan, ia harus rela panas-panasan.

Lokasi tenda pengungsian sebelumnya terpaut sekitar seratusan meter dari Huntara. Ketika bangunan Huntara selesai dibangun, dia bersama warga lainnya pindah ke sana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekarang sudah nyaman sudah tinggal di Huntara. Sudah tidak panas lagi. Tinggal di sini lebih nyaman dibandingkan di kamp pengungsian," kata Wani kepada detikSumut, Selasa (24/2/2026).

Wani bersama keluarganya tinggal di Huntara Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang dikerjakan Waskita Karya. Selama di Huntara, aktivitasnya lebih banyak dihabiskan untuk mengurus anak dan berbagai keperluan rumah tangga.

ADVERTISEMENT

Ketika sebelum bencana, Wani masih membantu suaminya berternak beberapa ekor kambing. Namun banjir setinggi lima meter melenyapkan harta benda dan rumah miliknya.

"Kambing sudah mati. Sekarang kegiatannya masak dan jaga anak saja," jelas Wani.

Menurutnya, banjir yang menerjang kampungnya membuat banyak warga kehilangan tempat tinggal. Hanya tersisa beberapa rumah di sana yang masih layak dihuni.

"Rumah sudah tidak ada lagi. Seandainya ada rumah kami sudah pulang ke rumah sendiri," jelasnya.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo sempat berbincang dengan Wani dan perempuan lainnya saat mengecek Huntara tersebut. Dody sempat melihat berbagai fasilitas yang tersedia di sana.

Di dalam setiap unit tersedia kipas angin, exhaust fan, serta ventilasi sehingga udara di dalam lebih adem. Selain itu, di setiap blok juga tersedia kamar mandi, tempat cuci serta fasilitas air bersih.

Sementara di bagian depan Huntara terdapat area permainan anak. Sebagian warga d Desa Rumoh Rayeuk sudah menempati Huntara sejak 20 hari lalu.

"Fasilitasnya standar, lebih nyaman di dalam daripada di sini (di luar). Di sini panas, di dalam tuh saya dingin malah, nggak gerah, bener-bener nggak gerah di dalam," kata Dody kepada wartawan.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: BNPB Ungkap Progres Pembangunan Hunian Tetap-Sementara di Sumatera"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads