Sebagian warga di Aceh Tamiang korban banjir akhir November 2025 masih ada yang tinggal di tenda pengungsian. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan mereka dapat segera menempati hunian sementara (Huntara).
"Ada beberapa yang masih di tenda. Insyaallah kita coba kejar sebelum lebaran bisa kita selesaikan, 4 titik Huntara lagi yang diminta ke kita untuk dibangun di Aceh Tamiang," kata Menteri PU Dody Hanggodo kepada wartawan saat berada di Huntara di Desa Bundar, Kecamatan Karang Baru, Rabu (25/2/2026).
Menurutnya, Kementerian PU akan membangun Huntara sesuai dengan permintaan pemerintah kabupaten setempat dan BNPB. Sejauh ini, hunian milik PU di Aceh 1.224 unit yang ditempati 1.224 kepala keluarga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Desa Bundar sendiri terdapat 13 blok Huntara. Namun di jalanan depan hunian masih terdapat warga-warga yang tinggal di tenda pengungsian.
Mereka ditargetkan dapat segera menempati Huntara sebelum lebaran Idulfitri. Menurutnya, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto semua pengungsi harus tinggal di tempat hunian.
"Saya yakin semua pengungsi sesuai arahan pak presiden akan masuk ke rumah-rumah hunian. Cuma masalah waktu aja karena ada persiapan lahan, dan pembangunan huntara sendiri," jelasnya.
"Kita upayakan rekan-rekan yang di tenda bisa secepatnya bisa keluar dari tenda. Di tenda kan cukup panas," lanjut Dody.
Sementara untuk data nama-nama pengungsi yang menempati hunian, Dody menyerahkannya ke Pemda setempat. Kementerian PU disebut hanya bertanggung jawab terhadap pembangunan Huntara dan penyediaan fasilitasnya termasuk air bersih.
"Penghuni itu kebijakan di Pemda, kita membangun Huntara serta fasilitas itu tanggung jawab kita," ungkap Dody.
(agse/mjy)
