Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa dirinya sempat menghubungi Presiden Uni Emirat Arab Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) untuk membahas situasi perang serta dampaknya terhadap harga minyak dunia.
Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara Halalbihalal dan peringatan satu tahun Youtuber Nusantara sekaligus konsolidasi Laskar Gibran di Hotel Sunan, Solo, Sabtu (4/4/2026).
"Saya telepon saat perang baru tiga hari, saya telepon kakak saya di UEA yang mulia MBZ. Saya tanya yang mulia, kapan perangnya selesai. Baru mulai perangnya, saya tanya kapan kira-kira perangnya selesai. Dijawab, nggak pasti, dan nggak jelas," kata Jokowi dalam sambutannya di Hotel Sunan, Kota Solo, dilansir detikJateng, Sabtu (4/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Konflik yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran diketahui berdampak pada lonjakan harga minyak mentah global. Jokowi mengaku juga sempat menanyakan proyeksi harga minyak kepada MBZ, namun jawaban yang diterima serupa-penuh ketidakpastian.
"Kemudian saya bertanya harga minyaknya akan sampai berapa, dijawab juga nggak pasti dan nggak jelas. Karena memang kalkulasinya sangat rumit dan sulit sekali," ujar Jokowi.
Tak berhenti di situ, Jokowi juga mencoba menggali informasi dari salah satu menteri UEA. Namun, hasilnya tetap sama. Pihak yang berada dekat dengan konflik pun belum mampu memastikan kapan perang akan berakhir maupun bagaimana pergerakan harga minyak ke depan.
"Saya ulang lagi telpon lagi menterinya di sana, jawabannya juga sama. Ini yang sudah di dalam lingkaran perang saja tidak bisa memperkirakan, apalagi kita yang ada di sini. Sangat sulit memperkirakan, memprediksi kapan perang selesai dan harga minyak pada harga normal lagi," ucap Jokowi.
(nkm/nkm)
