Bupati Tulungagung Beri Forkopimda THR dari Uang Hasil Pemerasan Pimpinan OPD

Bupati Tulungagung Beri Forkopimda THR dari Uang Hasil Pemerasan Pimpinan OPD

Kurniawan Fadilah - detikSumut
Minggu, 12 Apr 2026 18:30 WIB
Petugas KPK menunjukkan barang bukti saat konferensi pers penetapan dan penahanan tersangka dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Tulungagung di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Sabtu (11/4/2026) malam. KPK menetapkan dan menahan dua tersangka dalam OTT tersebut yakni Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo (GSW) dan ajudannya Dwi Yoga Ambal dalam kasus pemerasan dan penerimaan lainnya di lingkungan Pemkab Tulungagung dengan mengamankan barang bukti uang tunai senilai Rp335,4 juta yang merupakan bagian dari uang senilai Rp2,7 miliar yang diduga telah diterima GSW dari permintaan sebesar Rp5 miliar. ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan
Foto: KPK Pamer Uang OTT Tulungagung, Bupati dan Ajudan Langsung Ditahan. (ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan)
Jakarta -

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Bupati Gatut Sunu Wibowo sebagai tersangka dalam kasus pemerasan 16 Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemkab Tulungagung. Ternyata uang hasil pemerasan itu dipakai Gatut untuk keperluan pribadi hingga memberikan tunjangan hari raya (THR) kepada sejumlah Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

"Uang ini diduga digunakan untuk kepentingan pribadi seperti untuk pembelian sepatu, berobat, jamuan makan, dan keperluan pribadi
lainnya yang juga dimintakan atau dibebankan pada anggaran di OPD," kata Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu saat konferensi pers, di KPK, Jakarta, Sabtu (11/4/2026) dilansir detikNews.

Guntur mengatakan sebagian uang hasil pemerasan terhadap pimpinan OPD di Pemkab Tulungagung itu juga ternyata dipakai untuk pemberian THR. Adapun penerima THR tersebut yakni Forkopimda di Pemkab Tulungagung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Uang tersebut juga digunakan GSW untuk pemberian THR kepada sejumlah Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Pemkab Tulungagung," ucap Guntur.

ADVERTISEMENT

Selain itu, Guntur menyampaikan bahwa akibat pemerasan itu para pejabat sampai harus meminjam uang untuk memenuhi kebutuhan Bupati Sunu. Bahkan para pejabat itu, lanjut dia, kerap menggunakan uang pribadi.

"Dalam perkara Tulungagung ini, kami menemukan fakta bahwa untuk memenuhi permintaan Bupati, sebagian OPD bahkan sampai meminjam dana hingga menggunakan uang pribadi. Tindak pidana ini, bukan tidak mungkin akan membuka modus baru, seperti pengaturan proyek dan gratifikasi, untuk mengumpulkan uang yang dibutuhkan para pejabat OPD untuk disetorkan kepada Bupati," ujar dia.

Sebagai informasi, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo ditetapkan sebagai tersangka terkait pemerasan 16 pejabat daerah di Pemkab Tulungagung. Selain Gatut, Dwi Yoga Ambal selaku ADC atau ajudan bupati, juga ditetapkan sebagai tersangka.

Adapun para tersangka disangkakan telah melakukan perbuatan tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 huruf e atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo. Pasal 20 huruf c UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Baca selengkapnya di sini




(mjy/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads